Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Uji Coba Rudal 'Kiamat' Minuteman III Bersamaan dengan Perang Iran, Sinyal Apa?
Advertisement . Scroll to see content

AS Sebut China Bangun Lapangan Penyimpanan Rudal Nuklir, Mampu Tampung 110 Silo

Kamis, 29 Juli 2021 - 15:30:00 WIB
AS Sebut China Bangun Lapangan Penyimpanan Rudal Nuklir, Mampu Tampung 110 Silo
Silo tempat penyimpanan rudal nuklir. (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengkaim China tengah membangun lapangan silo (ruang bawah tanah penyimpanan peluru kendali) rudal nuklir kedua. Pernyataan mereka berdasarkan citra satelit. 

Matt Korda dan Hans Kristensen dari Federasi Ilmuwan Amerika menambahkan, lapangan itu memiliki kapasitas 110 silo. Menurutnya, pembangunan ini merupakan ekspansi paling signifikan yang pernah ada dari persenjataan nuklir China. 

Lokasi pembangunan silo berada di 380 kilometer barat laut lapangan Yumen, dekat prefektur Hami di wilayah otonomi Xinjiang, China barat laut. Di wilayah ini dihuni sekitar 10 juta orang Turki Uyghur. 

"Gambar satelit menunjukkan bahwa pembangunan lapangan rudal nuklir sedang berlangsung," katanya dalam laporan yang disampaikan Senin (26/7/2021) lalu seperti dilansir Anadolu. 

Konstruksi dimulai pada awal Maret 2021 di sudut tenggara kompleks dan berlanjut dengan sangat cepat. Tempat perlindungan kubah telah didirikan di atas setidaknya 14 silo.

Tanah dibersihkan dalam rangka mempersiapkan pembangunan 19 silo lainnya. Garis besar seperti grid dari seluruh kompleks menunjukkan pada akhirnya mungkin mencakup sekitar 110 silo.

Korda dan Kristensen menekankan dampak konstruksi untuk persenjataan nuklir China, dengan mengatakan, pembangunan silo ini merupakan perluasan paling signifikan dari persenjataan nuklir China yang pernah ada. 

Awal bulan ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menyuarakan keprihatinan atas ekspansi cepat kemampuan nuklir China.

"Persenjataan nuklir China akan tumbuh lebih cepat, dan ke tingkat yang lebih tinggi dari yang mungkin diantisipasi sebelumnya," kata Price pada  1 Juni lalu.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut