AS Serang Venezuela, Rusia Sindir Ambisi Trump Raih Nobel Perdamaian
MOSKOW, iNews.id - Rusia melontarkan sindiran keras terhadap serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dengan menyinggung ambisi Presiden Donald Trump meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Moskow menilai operasi militer tersebut justru bertolak belakang dengan narasi perdamaian yang kerap diklaim Washington.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia yang juga mantan Presiden Dmitry Medvedev menyindir klaim perdamaian yang selalu digaungkan Presiden Donald Trump maupun AS. Dia menyebut agresi militer AS sebagai contoh “luar biasa” dari upaya negara itu menciptakan perdamaian.
“Jaminan cinta dari Amerika Latin, lagipula doktrin Monroe sangat populer di sana. Singkatnya, langkah cemerlang lain menuju Hadiah Nobel (Perdamaian),” kata Medvedev, menyindir ambisi Trump meraih Nobel Perdamaian.
Dia juga mengungkapkan, serangan AS ke Venezuela disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro sama sekali tidak berkaitan dengan operasi pemberantasan narkoba. Menurut dia, motif utama Washington adalah menguasai minyak Venezuela yang memiliki cadangan sangat besar.
“Tim (Presiden AS Donald) Trump keras dan sinis dalam memajukan kepentingan negaranya. Penggulingan Maduro tidak ada hubungannya dengan narkoba, hanya minyak, dan mereka secara terbuka mengakui ini,” ujar Medvedev, dalam pernyataan di media sosial X.
Medvedev juga meragukan kemampuan Trump untuk mengendalikan pemerintahan Venezuela dari jarak jauh dalam situasi yang penuh gejolak akibat intervensi militer tersebut.
Selain itu, Medvedev mengkritik sikap diam negara-negara Eropa yang dinilainya memilih bungkam atas serangan AS ke Venezuela.
Editor: Anton Suhartono