Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Tak Ingin Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

AS Setuju Jual Peluncur Roket HIMARS dan Amunisi ke Polandia Senilai 10 Miliar Dolar

Rabu, 08 Februari 2023 - 14:08:00 WIB
AS Setuju Jual Peluncur Roket HIMARS dan Amunisi ke Polandia Senilai 10 Miliar Dolar
Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi M142 (HIMARS). (Foto: armyrecognition.com)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan rudal jarak jauh, roket dan peluncur ke Polandia. Kesepakatan itu diperkirakan senilai hingga 10 miliar dolar AS. 

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Pentagon memberi tahu Kongres tentang potensi penjualan pada hari Selasa (7/2/2023).

"Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan tujuan militer Polandia untuk memperbarui kemampuan sambil terus meningkatkan interoperabilitas dengan AS dan sekutu lainnya," kata Pentagon.

Penjualan tersebut mencakup 18 peluncur Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), 45 rudal Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACMS) dengan jangkauan 297 km dan lebih dari 1.559 roket Sistem Peluncuran Roket Ganda Terpandu (GMLRS).

Polandia diketahui telah menghabiskan banyak uang untuk memodernisasi militernya. Di saat yang bersamaan, mereka menyumbangkan senjata yang lebih tua ke tetangganya Ukraina untuk melawan invasi Rusia.

AS telah menolak permintaan Ukraina untuk rudal ATACMS. Polandia juga tidak akan diizinkan untuk mentransfer apa pun ke Ukraina tanpa persetujuan AS.

Kesepakatan itu terjadi setelah Polandia menerima izin pada 2022 untuk membeli 116 tank M1A1 Abrams dan 250 tank M1A2 buatan General Dynamics GD.N. Pada bulan Mei, Polandia meminta tambahan 500 peluncur HIMARS dari AS. 

Tetapi, menurut media Polandia, Lockheed Martin Corp LMT.N mengatakan kemungkinan hanya menawarkan sekitar 200. Pada bulan Oktober, Polandia menandatangani perjanjian untuk membeli 288 peluncur roket Chunmoo dari Korea Selatan.

Meskipun disetujui oleh Departemen Luar Negeri, pemberitahuan tersebut tidak menunjukkan bahwa kontrak telah ditandatangani atau bahwa negosiasi telah selesai.

"Penguatan besar artileri Polandia semakin dekat. Kami memulai negosiasi harga," kata Menteri Pertahanan Polandia, Mariusz Blaszczak di Twitter. 

Pentagon mengatakan Lockheed adalah kontraktor utama untuk senjata tersebut.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut