Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Hanya Uni Amirat, Arab Saudi Diam-Diam Juga Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

AS Siapkan Perang Baru Lawan Iran, Operasi Sledgehammer

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:16:00 WIB
AS Siapkan Perang Baru Lawan Iran, Operasi Sledgehammer
AS dilaporkan menyiapkan operasi militer baru melawan Iran, diberi nama Sledgehammer (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan menyiapkan operasi militer terbaru melawan Iran jika kesepakatan damai tak tercapai. Operasi militer tersebut diberi nama Sledgehammer, menggantikan Epic Fury yang sudah kedaluwarsa berdasarkan undang-undang (UU).

Beberapa orang sumber pejabat AS mengatakan kepada NBC News, mereka telah menyiapkan Operasi Sledgehammer tersebut jika sewaktu-waktu Trump memerintahkan perang berlanjut.

Menurut laporan tersebut, beberapa pejabat yakin penggunaan nama operasi baru tidak melanggar UU kekuatan perang WPA. UU membatasi waktu 60 hari kepada presiden AS dalam melancarkan perang melawan negara asing tanpa persetujuan Kongres.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio mengatakan Operasi Epic Fury telah berakhir setelah AS dan Iran sepakat menghentikan permusuhan pada April, meskipun belum ada kesepakatan damai yang dicapai.

Laporan NBC juga mengungkap, kemampuan militer AS di kawasan telah meningkat sejak konflik pertama kali dimulai pada Februari.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari Departemen Pertahanan AS terkait laporan NBC tersebut.

AS dan Iran menyepakati gencatan senjata  pada 7 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan damai yang dimediasi Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan damai. Gencatan senjata kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Trump di tengah kebuntuan dalam melanjutkan negosiasi.

Dalam perkembangan terbaru, pada Minggu lalu, Trump menolak 14 poin proposal damai yang diajukan Iran. Dia menyebut tuntutan Iran untuk mengakhiri perang sama sekali tidak dapat diterima.

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, pihaknya tak akan mengajukan proposal lagi. Dia menilai tidak ada alternatif lain bagi AS selain menerima hak-hak rakyat Iran yang diuraikan dalam 14 poin tuntutan Iran.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut