AS Tak Ingin Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak memiliki agenda untuk menggulingkan rezim Iran. Fokus utama Washington saat ini adalah memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir.
Penegasan itu disampaikan Wakil Presiden AS JD Vance di tengah bergulirnya kembali perundingan nuklir antara AS dan Iran yang dimulai sejak 6 Februari di Muscat, Oman.
“Presiden telah memberi tahu seluruh tim seniornya bahwa kita harus berusaha untuk mencapai kesepakatan yang memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir,” ujar Vance kepada wartawan, seperti dikutip Sputnik, Kamis (12/2/2026).
Menurut Vance, isu perubahan rezim, kini dipimpin Ayatollah Ali Khamenei, bukan bagian dari kebijakan yang sedang ditempuh Gedung Putih. Ia menekankan bahwa masa depan politik Iran sepenuhnya menjadi urusan rakyatnya sendiri.
Turki Peringatkan AS, Iran Bisa Lebih Nekat jika Diserang Kembali
“Jika rakyat Iran ingin menggulingkan rezim, itu terserah pada mereka. Yang kami fokuskan saat ini adalah fakta bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Itu telah menjadi fokus kebijakan Presiden, bahkan sejak periode pertama,” katanya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi bahwa meningkatnya tekanan militer AS di kawasan Timur Tengah berkaitan dengan upaya mengganti pemerintahan di Teheran. Trump sebelumnya mengungkapkan sedang mempertimbangkan pengerahan gugus tempur kapal induk kedua untuk memperkuat USS Abraham Lincoln yang telah berada di kawasan tersebut sejak bulan lalu.
Trump Ancam Iran Lagi: Capai Kesepakatan atau Kami Lakukan Sesuatu Sangat Keras!
Meski demikian, Vance menegaskan langkah-langkah itu lebih dimaksudkan sebagai bagian dari strategi menjaga opsi tetap terbuka apabila diplomasi gagal membuahkan hasil.
“Jika kesepakatan tidak tercapai, Presiden akan terus mempertahankan opsi-opsinya,” ujarnya, merujuk pada kemungkinan langkah militer.
Trump menyebut pembicaraan dengan Iran sejauh ini berjalan baik. Namun dari pihak Teheran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan Iran tetap bersikeras mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium, bahkan jika harus menghadapi risiko konflik.
Iran berulang kali menyatakan program pengayaan uranium mereka ditujukan untuk kepentingan sipil, terutama energi, dan bukan untuk pengembangan senjata nuklir.
Editor: Anton Suhartono