Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Tepis Diajak Gabung Pakta Pertahanan Makkah, Ini Faktanya
Advertisement . Scroll to see content

AS Tawarkan Hadiah Rp177 Miliar untuk Tangkap 5 Komandan Senior Garda Revolusi Iran

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:00:00 WIB
AS Tawarkan Hadiah Rp177 Miliar untuk Tangkap 5 Komandan Senior Garda Revolusi Iran
Amerika Serikat menggelar sayembara berhadiah 10 jita dolar untuk menangkap para komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id -Amerika Serikat (AS) menggelar sayembara untuk menangkap para komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump menjanjikan hadiah 10 juta dolar AS atau sekitar Rp177 miliar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi untuk menangkap lima komandan senior IRGC. 

Program Rewards for Justice oleh Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengungkap nama-nama lima komandan tersebut, yakni Ahmad Vahidi, kepala Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya; Ali Abdollahi, komandan UAV (Pesawat Tanpa Awak) Angkatan Dirgantara IRGC; Sa’id Aghajani, kepala Komando Siber-Elektronik IRGC; Hamidreza Zolasgharian; dan Majid Khademi, komandan Kantor Intelijen IRGC.

"Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang merencanakan, mengorganisasi, dan melaksanakan aksi terorisme di seluruh dunia," demikian klaim Rewards for Justice, melalui platform media sosial X.

Menurut program tersebut, setiap pemberi informasi, yang bisa ditindaklanjuti, juga akan mendapat bantuan untuk pindah ke negara lain, selain imbalan finansial.

Penawaran terbaru ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara AS dan Iran. AS terus berupaya mengumpulkan informasi mengenai pejabat senior Iran serta tokoh-tokoh IRGC.

AS menetapkan IRGC  sebagai organisasi teroris sejak 2019, menuduhnya beserta cabang organisasi, mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Timur Tengah dan melakukan operasi yang mengancam personel serta infrastruktur AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut