AS Tolak Rencana Israel Usir Jutaan Warga Gaza
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menentang pengusiran warga Jalur Gaza sebagaimana disampaikan para pejabat Israel.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menegaskan kembali komitmen Washington terhadap 20 poin proposal perdamaian Gaza yang diajukan Presiden Donald Trump, yakni menetapkan gencatan senjata penuh.
“Sebagaimana dinyatakan secara eksplisit dalam poin 12 dari proposal Presiden, ‘Tidak seorang pun dipaksa untuk meninggalkan Gaza dan mereka yang ingin pergi akan bebas untuk melakukannya dan bebas untuk kembali," ujarnya sang jubir, kepada Al Jazeera, saat ditanya komentarnya mengenai seruan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk mengosongkan Gaza sebagai satu-satunya solusi krisis, dikutip Selasa (8/9/2026).
Dia menambahkan, pemerintah AS akan mendorong warga Gaza untuk tetap tinggal serta menawarkan kepada mereka kesempatan untuk membangun kembali Gaza yang lebih baik.
Lebih lanjut dia menegaskan, AS tidak mendukung rencana atau usulan apa pun untuk mengusir atau merelokasi penduduk Gaza.
Sebelumnya Katz mengeklaim, Trump hanya membekukan, bukan membatalkan rencananya untuk memindahkan jutaan penduduk Gaza ke luar wilayah tersebut. Trump menyampaikan rencana itu di awal masa jabatannya sebagai presiden AS, namun membatalkannya setelah ditentang negara-negara Arab.
Para aktivis hak asasi manusia (HAM) menegaskan pengusiran penduduk Gaza sama saja dengan praktik pembersihan etnis.
“Pada akhirnya, tidak ada solusi nyata untuk Gaza tanpa migrasi (pemindahan) ini,” kata Katz.
Katz melanjutkan, Israel siap memindahkan warga Palestina dari Gaza melalui laut, udara, atau cara lainnya dan skenario itu terus dibahas.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir juga menyampaikan pernyataan serupa.
“Alih-alih ilusi perdamaian saat ini, kita membutuhkan tindakan migrasi sekarang,” kata Ben Gvir, seraya menyebut 1,86 juta penduduk Gaza akan dipindah secara bertahap dalam 7 tahun.
Editor: Anton Suhartono