AS: Turki Bertindak sebagai Sekutu Sejati NATO dalam Konflik Ukraina
ANKARA, iNews.id - Amerika Serikat melihat posisi yang ditunjukkan Turki dalam merespons konflik Ukraina adalah sikap sekutu sejati NATO. Washington DC pun menghargai posisi Ankara tersebut.
Pandangan tersebut diungkapkan oleh Duta Besar AS untuk Turki, Jeff Flake, Rabu (12/6/2024). Menurut dia, kemitraan strategis antara Turki dan AS kini lebih kuat dari sebelumnya. "Terutama dibandingkan dengan situasi beberapa tahun lalu," kata dia dalam wawancara dengan CNN Turk.
Flake menambahkan, penilaian AS itu terutama berkaitan dengan reaksi Turki terhadap pecahnya konflik di Ukraina pada Februari 2022. Dia berpendapat, hubungan Ankara dan Washington DC telah membaik sejak saat itu.
Rusia melancarkan agresi yang disebut Moskow sebagai "militer khusus" di Ukraina pada 24 Februari 2022. Turki sempat menjadi tuan rumah beberapa putaran perundingan perdamaian antara dua negara Slavia itu di Istanbul pada Maret 2022. Namun, upaya negosiasi pada waktu itu akhirnya gagal.
Turki juga membantu memediasi Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam yang didukung PBB. Perjanjian yang ditandatangani pada Juli 2022 itu memberikan jaminan untuk koridor kemanusiaan yang memungkinkan ekspor produk pertanian dan pupuk Ukraina dan Rusia melalui laut yang aman. Kesepakatan itu berakhir pada 18 Juli 2023.
Editor: Ahmad Islamy Jamil