AS: Turki Tempatkan AS dalam Situasi Sangat Buruk
WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper mengatakan ofensif Turki terhadap pasukan Kurdi di bagian timur laut Suriah tidak abadi. Dia juga menyebut Turki kini menuju ke arah yang salah, setelah menyepakati perjanjian dengan Rusia untuk melakukan patroli bersama di zona aman di kawasan itu.
"Turki menempatkan kami dalam situasi yang sangat buruk," ujar Esper, sebelum mengikuti pertemuan NATO di Brussels, Belgia, seperti dilaporkan Associated Press, Jumat (25/10/2019).
Pasukan Turki memasuki bagian utara Suriah dua minggu pekan lalu setelah Presiden Donald Trump menarik mundur pasukan AS dari wilayah itu. AS kemudian membantu memediasi gencatan senjata.
Trump pada Rabu (23/10) mengatakan Turki meyakinkannya bahwa gencatan senjata itu akan permanen. Ditambahkannya, hal itu akan memungkinkannya mencabut sanksi baru terhadap Turki.
Trump menegaskan bahwa tanggungjawab mencapai perdamaian di kawasan itu seharusnya diserahkan pada pihak lain dan bukan semata-mata pada AS saja.
"Kita telah memberikan layanan luar biasa. Hasil ini merupakan kerja keras Amerika, bukan pihak lain," ujar Trump.
"Sekarang kita keluar. Biarkan pihak lain yang memperebutkan pasir yang sudah sejak lama berlumuran darah itu."
Trump bicara tentang upaya AS mengakhiri pertikaian antara Turki dan Pasukan Demokratik Suriah SDF yang sebagian besar merupakan warga Kurdi, yang menjadi mitra utama AS ketika melawan ISIS.
Trump pada Kamis (24/10) mencuit bahwa ladang-ladang minyak di Suriah semula dikuasai ISIS hingga AS merebutnya dengan bantuan Kurdi.
"Kita tidak akan pernah membiarkan ISIS menguasai kembali ladang-ladang minyak itu."
Editor: Nathania Riris Michico