AS Waspada! Personel Militer dan Warganya di Timur Tengah dalam Target Iran
WASHINGTON, iNews.id - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Jay Clayton memperingatkan potensi meningkatnya serangan terhadap personel militer maupun warga AS di luar negeri oleh Iran.
Menurut Clayton, berdasarkan memo ditujukan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, ancaman Iran sudah sampai pada tahap lanjut yang harus sangat diwaspadai.
Peringatan Clayton itu muncul setelah AS mengurangi jumlah staf di kantor misi diplomatik di Arab Saudi sebagai respons atas meningkatnya intensitas serangan kelompok Houthi.
Beberapa sumber pejabat AS mengatakan kepada Reuters, Iran sedang mempersiapkan pembalasan lebih keras jika AS melanjutkan serangan militer skala besar ke wilayahnya.
“Secara khusus, melalui berbagai saluran, kami telah mendapat informasi intelijen bahwa Iran telah secara substansial meningkatkan upaya untuk menargetkan personel AS,” tulis Clayton, dalam memo tertanggal 23 Oktober itu, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (25/10/2026).
“Upaya serangan mematikan oleh Iran terhadap warga AS telah mencapai tahap lanjut, baik di Timur Tengah maupun beberapa negara lain,” tulisnya, lagi.
Direktur CIA John Ratcliffe dilaporkan juga menerima memo tersebut.
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS pada 21 Oktober memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat serta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan kantor misi diplomatik di Arab Saudi. Deplu juga berencana menarik anggota keluarga sejumlah misi lain di Timur Tengah.
Deplu AS pada Sabtu (24/10/2026), memperbarui peringatan perjalanan terhadap warganya ke belasan negara di Teluk dan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Irak, dan Israel, dengan alasan meningkatnya ancaman dari Houthi yang bersekutu dengan Iran.
“Ancaman serangan Houthi dan rencana teror Iran yang menargetkan pejabat AS memengaruhi keputusan kami tentang penyesuaian staf untuk kedutaan yang berstatus Operasi Terbatas (Restricted Operations/RO) di wilayah tersebut,” kata seorang sumber pejabat AS.
Editor: Anton Suhartono