ASEAN Dukung Indonesia Lanjutkan Dialog demi Akhiri Krisis Myanmar
LABUAN BAJO, iNews.id – Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mendukung upaya Indonesia untuk melanjutkan dialog dengan berbagai pemangku kepentingan di Myanmar.
Dukungan itu disampaikan pada Rabu melalui sebuah pernyataan bersama para pemimpin ASEAN saat menghadiri KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Negara-negara anggota juga mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo dalam merespons serangan yang baru-baru ini di Myanmar.
Serangan itu menimpa tim dari Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (AHA Centre) dan para pemantau ASEAN.
“Kami mendukung upaya-upaya Ketua ASEAN, termasuk upaya Indonesia dalam melanjutkan keterlibatan para pemangku kepentingan di Myanmar, dan mendorong kemajuan implementasi Konsensus Lima Poin,” demikian bunyi pernyataan bersama itu.
Presiden Jokowi Yakin ASEAN Mampu Hadapi Dinamika Global
Para pemimpin ASEAN juga menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kekerasan yang masih berlangsung di Myanmar. Mereka mendesak segala bentuk kekerasan dan pengerahan pasukan segera dihentikan. Di samping itu, mereka menginginkan agar dialog nasional yang melibatkan semua pihak tercipta serta pengiriman bantuan kemanusiaan dapat dilakukan secara aman dan tepat waktu.
Presiden Jokowi pada Senin (8/5/2023) kembali menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo. Jokowi mengatakan, serangan terhadap AHA Centre dan tim pemantau ASEAN tidak akan menyurutkan tekad Indonesia dan ASEAN untuk terus menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar.
Presiden Jokowi Optimistis Negara-negara ASEAN Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Situasi keamanan Myanmar makin buruk sejak militer pada Februari 2021 menjatuhkan pemerintahan terpilih, yang dipimpin Aung San Suu Kyi, melalui kudeta. ASEAN telah mendesak junta militer untuk menerapkan rencana perdamaian Konsensus Lima Poin yang disepakati pada April 2021.
Penampakan Meja Kosong Kepala Negara Myanmar, Tidak Hadir di KTT ASEAN
Konsensus itu menyerukan antara lain penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, dan mengizinkan pemberian bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Selasa (9/5//2023) mengatakan, implementasi dari Konsensus Lima Poin telah dibahas bersama para menlu ASEAN menjelang KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo.
Foto Para Pemimpin ASEAN Bergandengan Tangan Kecuali Myanmar
Sebagai ketua ASEAN tahun ini, Indonesia memilih untuk melakukan diplomasi senyap (quiet diplomacy) dalam menyelesaikan krisis Myanmar. Retno menyebut langkah itu ditempuh untuk memberikan ruang bagi para pihak dalam membangun kepercayaan dan membuka komunikasi.
ASEAN, yang didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, saat ini beranggotakan 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, serta Vietnam.
ASEAN saat ini sedang mempersiapkan peta jalan bagi Timor Leste untuk menjadi anggota ke-11 organisasi regional tersebut secara penuh.
Editor: Ahmad Islamy Jamil