Atlet Israel Ditolak, Anwar Ibrahim: Malaysia Punya Hak untuk Bersikap
KUALA LUMPUR, iNews.id - Politikus Malaysia Anwar Ibrahim membela keputusan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang menolak atlet atau delegasi dari Israel berlaga di negaranya. Keputusan ini merupakan wujud dukungan Malaysia terhadap Palestina yang masih dijajah dan diduduki Israel.
Presiden Partai Keadilan Rakyat itu menegaskan rakyat Malaysia menentang segala bentuk pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.
"Penolakan terhadap para atlet (Israel) merupakan salah satu dari banyak cara untuk menyampaikan sikap tegas kami kepada Israel atas pelanggaran mereka terhadap Palestina," kata Anwar, dikutip dari The Star, Minggu (20/1/2019).
Lebih lanjut Anwar menegaskan, Malaysia punya hak dalam menentukan sikap, apalagi Israel telah mengabaikan hukum internasional atas tindakan mereka terhadap Palestina.
"Sudah menjadi hak kami (menyampaikan sikap). Mereka mengabaikan sepenuhnya tekanan masyarakat internasional. Saya pikir kabinet Perdana Menteri Mahathir Mohamad sudah membuat keputusan yang tepat," ujarnya.
Mahathir sebelumnya menolak semua warga Israel ikut dalam berbagai kegiatan di Malaysia, termasuk olahraga. Keputusan ini menunjukkan sikap tegas Malaysia atas penjajahan dan pendudukan Palestina oleh Israel.
Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah mengatakan, negaranya tetap konsisten untuk mendukung rakyat Palestina.
Malaysia menolak atlet renang World Para Swimming Championship Israel berlaga di kompetisi yang akan digelar mulai Juli mendatang.
Sementara itu Pemerintah Israel mengecam keputusan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon menyebut keputusan itu memalukan dan bertentangan dengan semangat Olimpiade.
"Ini memalukan dan benar-benar bertentangan dengan semangat Olimpiade. Israel mengecam keputusan yang tidak diragukan lagi terinspirasi dari kefanatikan PM Malaysia Mahathir atas sikap anti-semitnya ini," kata Nahshon.
Dia mendesak Komite Paralimpiade Internasional (IPC) untuk mengubah lokasi penyelenggaraan acara jika mereka gagal membujuk Malaysia membatalkan keputusannya itu.
Para perenang dari 70 negara ambil bagian dalam World Para Swimming Championship di Sarawak, Malaysia, yang digelar pada 29 Juli sampai 4 Agustus 2018. Ajang ini sekaligus menjadi seleksi menuju Paralimpiade Tokyo 2020.
Editor: Anton Suhartono