Bahan Bakar Habis, Pesawat United Airlines Mendarat Darurat di Sydney
SYDNEY, iNews.id - Polisi menetapkan keadaan 'tanggap darurat penuh' dan menutup jalan-jalan di sekitar Bandara Sydney saat pesawat maskapai Amerika Serikat (AS), United Airlines, dari Los Angeles membuat permintaan mendarat darurat pada Kamis (4/10/2018) pagi waktu setempat.
Dilaporkan ABC News, pesawat dengan nomor penerbangan UA839 dengan 239 penumpang itu mendarat dengan selamat, meski pilot menyampaikan adanya masalah sekitar pukul 06.00.
Sekitar satu jam kemudian, petugas pengatur lalu lintas udara terdengar bertanya kepada pilot pesawat tersebut," Apakah anda yakin pesawat memiliki cukup bahan bakar untuk bisa sampai ke pintu kedatangan."
Pihak berwenang menyatakan, pesawat Dreamliner 787-900 yang memang dijadwalkan menuju Sydney memang kekurangan bahan bakar dan pilot mengikuti prosedur untuk memberi tahu.
Badan regulator keamanan penerbangan Airservices Australia menyebut, tidak ada penumpang yang mengalami gangguan dalam pendaratan. Panggilan darurat 'mayday' muncul otomatis saat petunjuk bahan bakar turun ke tingkat tertentu.
"Pesawat United 839 dari Los Angeles ke Sydney mendarat dengan aman di Sydney setelah adanya masalah mekanis. Pesawat bisa mencapai pintu kedatangan dan seluruh pelanggan turun dengan normal."
Biro Keamanan Transport Australia (ATSB) sedang mengkaji insiden tersebut.
Juru bicara Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil (CASA) Peter Gibson mengatakan, pesawat memiliki waktu sekitar 40 menit dari bahan bakar yang tersisa.
"Pada tahap ini kita tidak tahu mengapa mereka menggunakan lebih banyak bahan bakar dari yang direncanakan," katanya.
"Ada banyak alasan, Anda bisa mengalami angin kencang tak terduga, hantaman angin yang lebih kuat, Anda perlu mengubah ketinggian yang dapat membakar lebih banyak bahan bakar sehingga ada sejumlah alasan mengapa Anda dapat menggunakan lebih banyak bahan bakar dari yang direncanakan."
Juru bicara Airservices Australia juga mengatakan kejadian seperti itu bukan hal baru.
"Kejadian seperti ini bukanlah hal yang tidak biasa. Ini tidak berarti tidak ada bahan bakar tersisa dan pesawat harus mendarat segera. Pesawat masih memiliki banyak bahan bakar," kata juru bicara Airservices Australia.
Setelah permintaan darurat, petugas lalu lintas udara memberitahu sebuah pesawat Qantas dari Darwin untuk mengubah rute penerbangan ketika pesawat United Airlines tersebut bersiap mendarat.
Polisi New South Wales mengatakan jalan-jalan utama di sekitar bandara ditutup sebagai tindakan berjaga-jaga sekitar pukul 06.30. Namun dibuka kembali beberapa saat kemudian.
Di darat, paramedis dan petugas pemadam kebakaran sudah disiapkan. Namun ternyata di dalam pesawat banyak penumpang tidak mengetahui adanya hal yang aneh.
Editor: Nathania Riris Michico