Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!
Advertisement . Scroll to see content

Balas Dendam, Iran Akan Masukkan Militer Negara Uni Eropa dalam Daftar Teroris

Senin, 02 Februari 2026 - 03:06:00 WIB
Balas Dendam, Iran Akan Masukkan Militer Negara Uni Eropa dalam Daftar Teroris
Iran akan memasukkan militer negara Uni Eropa sebagai kelompok teroris (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

DUBAI, iNews.id - Iran mempertimbangkan untuk memasukkan militer negara-negara Uni Eropa sebagai kelompok teroris. Langkah ini sebagai pembalasan atas penetapan pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa. 

Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut keputusan Uni Eropa memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris merupakan pesanan Amerika Serikat (AS).

"Dengan berusaha menyerang Garda Revolusi, orang-orang Eropa sebenarnya menembak kaki sendiri dan sekali lagi membuat keputusan yang bertentangan dengan kepentingan rakyat mereka dengan secara membabi buta menuruti keinginan Amerika," kata Ghalibaf, dalam pidatonya di parlemen, dikudip dari Reuters, Minggu (1/2/2026).

Ghalibaf dan anggota parlemen Iran lainnya mengenakan seragam IRGC sebagai bentuk dukungan kepada pasukan elite tersebut.

"Berdasarkan Pasal 7 undang-undang tentang tindakan pembalasan terhadap penetapan Garda Revolusi sebagai organisasi teroris, tentara negara-negara Eropa dianggap sebagai kelompok teroris," ujarnya.

Dia menambahkan komisi keamanan nasional parlemen akan membahas pengusiran atase militer negara-negara Uni Eropa serta menindaklanjuti masalah tersebut dengan kementerian luar negeri (kemlu).

Dibentuk setelah Revolusi Islam Iran pada 1979 untuk melindungi sistem pemerintahan ulama Syiah, IRGC memiliki pengaruh besar di negara itu, mengendalikan sebagian besar perekonomian dan angkatan bersenjata.

Uni Eropa menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris dengan alasan penanganan demonstrasi anti-pemerintah yang berlangsung rusuh hingga menewaskan ribuan orang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut