Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Sirine Meraung-raung
ISTANBUL, iNews.id - Iran membalas serangan militer Amerika Serikat ke wilayahnya dengan menggempur pamgkalan-pangkalan udara AS di Bahrain dan Kuwait, Rabu (8/7/2026) pagi waktu setempat. Sirene peringatan serangan udara pun meraung-raung di Bahrain dan Kuwait.
"Sirene diaktifkan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan menuju tempat aman terdekat," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Bahrain, di platform media sosial X.
Namun kementerian tidak menjelaskan alasan di balik perintah evakuasi segera tersebut.
Para pejabat AS mengatakan kepada portal berita Axios, militer Iran meluncurkan gelombang serangan drone ke Bahrain.
Sementara itu militer Kuwait menyatakan di X, siatem pertahanan udaranya saat ini menghadapi serangan rudal dan drone.
"Staf Umum Angkatan Bersenjata menjelaskan, jika terdengar suara ledakan, itu merupakan hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh," demikian isi pernyataan, seraya mendesak warga mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melakukan operasi serangan rudal dan drone menargetkan 85 target militer AS di Pelabuhan Salman, Wilayah Armada Ke-5 AS di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.
IRGC juga menembak jatuh drone MQ9 AS yang mencoba mengganggu operasi tersebut.
Beberapa jam sebelumnya, militer AS mengumumkan telah merampungkan serangkaian serangan terhadap Iran. Serangan tersebut menghantam lebih dari 80 target, sebagai respons atas penembakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
"Sebagai tanggapan langsung terhadap serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz," bunyi pernyataan Komando Pusat AS (Centcom).
Editor: Anton Suhartono