Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Turki Murka Rudal Iran Tembus Wilayah Udaranya, NATO Langsung Tembak Jatuh
Advertisement . Scroll to see content

Bangunan Museum Bersejarah Turki Hagia Sophia Akan Dijadikan Masjid, Erdogan Mendukung

Rabu, 01 Juli 2020 - 18:22:00 WIB
Bangunan Museum Bersejarah Turki Hagia Sophia Akan Dijadikan Masjid, Erdogan Mendukung
Interior Hagia Sophia yang megah (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

ISTANBUL, iNews.id - Bangunan bersejarah di Istanbul, Turki, Hagia Sophia, kini menjadi perdebatan beberapa kalangan. Hal ini sejalan dengan desakan kelompok konservatif muslim yang meminta agar bangunan berusia 1.400 tahun itu difungsikan kembali sebagai masjid.

Hagia Sophia sempat dijadikan sebagai Katedral di kekaisaran Bizantium lalu diubah menjadi masjid di masa kekuasaan Khalifah Utsmaniyah. Kemudian di masa Turki modern, fungsinya diubah lagi menjadi museum.

Sementara kelompok nasionalis menolak dan ingin Hagia Sophia dipertahankan sebagai museum. Selain karena bangunan megah itu masuk dalam Warisan Budaya UNESCO, Hagia Sophia dianggap sebagai jembatan antara benua dan budaya.

Pada Kamis, Dewan Negara selaku pengadilan administratif tertinggi di Turki, mulai mempelajari permintaan kelompok muslim yang ingin mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid.

Mereka mendesak keputusan Dewan Menteri, saat itu dipimpin pendiri Turki modern Mustafa Kemal Ataturk, yang diteken pada 1934 dibatalkan. Keputusan itulah yang menjadi cikal bakal perubahan fungsi Hagia Sophia menjadi museum, setelah digunakan selama 5 abad sebagai tempat salat.

Kantor berita Anadolu melaporkan, keputusan Dewan Negara diperkirakan akan keluar dalam 2 pekan.

Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya membuka kemungkinan mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid, namun pemerintahnya tetap menunggu keputusan Dewan Negara.

Dibangun di masa Kaisar Bizantium Justinian, Hagia Sophia difungsikan sebagai Gereja Ortodoks Timur selama berabad-abad. Di tempat itu para kaisar dilantik di tengah-tengah hiasan marmer dan mosaik.

Setelah Konstantinopel ditaklukkan oleh Kekhalifahan Utsmani pada 1453, bangunan diubah dengan penambahan struktur terakota serta kubah sehingga menjadi masjid.

Bangunan ini dibuka kembali sebagai museum pada 1935, setahun setelah keluarnya keputusan Dewan Menteri.

Saat peringatan penaklukan Konstantinopel pada 31 Mei lalu, kelompok muslim berkumpul di luar Hagia Sophia untuk menuntut agar bangunan tersebut dikembalikan fungsinya sebagai masjid.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut