Banjir Bandang di Somalia Tewaskan 29 Orang, 300.000 Warga Mengungsi
MOGADISHU, iNews.id - Banjir bandang yang menerjang Somalia menewaskan 29 orang, Rabu (8/11/2023). Banjir itu membuat 300.000 warga mengungsi dari rumahnya.
Banjir itu terjadi akibat hujan lebat yang telah membanjiri kota-kota di seluruh Afrika Timur. Bencana ini merupakan yang terburuk sejak 1997.
"Apa yang terjadi hari ini adalah yang terburuk dalam beberapa dekade. Ini lebih buruk daripada banjir tahun 1997," kata Pejabat BMKG Somalia Hassan Isse seperti dikutip dari Reuters.
Jumlah korban tewas dan jumlah orang yang mengungsi kemungkinan akan terus bertambah karena banyak orang terjebak oleh air banjir.
"Saya tidak ingat banjir seperti ini seumur hidup saya," kata salah satu warga Mohamed Farah.
Setidaknya 2.400 orang kehilangan akses jalan Kota Luuq akibat sungainya meluap.
"Luuq dikelilingi oleh sungai dan banjir mengancam kami. Orang terus melarikan diri dari kota. Beberapa masih terjebak. Toko-toko kita telah terbawa air," kata warga Luup Ahmed Nuur.
Selain di Somalia, banjir juga terjadi di Kenya yang menewaskan setidaknya 15 orang dan menyebabkan jembatan di Uganda terendam.
Banjir regional ini disebabkan oleh gabungan efek dua fenomena cuaca, El Nino dan Indian Ocean Dipole. Fenomena itu adalah pola iklim yang memengaruhi suhu permukaan laut dan menyebabkan curah hujan di atas rata-rata.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq