Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kondisi Kesehatan Warga Padang Memburuk Pasca-Banjir Bandang, Didera Pusing dan Stres
Advertisement . Scroll to see content

Banjir dan Longsor di Nepal, 100 Lebih Pendaki dari Berbagai Negara Terjebak

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:29:00 WIB
Banjir dan Longsor di Nepal, 100 Lebih Pendaki dari Berbagai Negara Terjebak
Banjir bandang disertai tanah longsor masih menerjang menerjang Nepal (Foto: Vantor via AP)
Advertisement . Scroll to see content

KATHMANDU, iNews.id - Banjir bandang disertai tanah longsor kembali menerjang Nepal pada akhir pekan lalu. Beberapa warga lokal dilaporkan hilang dalam bencana terbaru ini.

Tanah longsor di antara Lokpa dan Chumling membendung Sungai Budhi Gandaki, memicu banjir di bagian hilir.

Lima warga, termasuk dua perempuan, masih hilang.  Sementara itu 100 lebih pendaki dari berbagai negara terjebak di Distrik Gorkha, setelah banjir menghanyutkan jembatan dan merusak jalur pendakian.

Md Shahadat Hossain, seorang pendaki asal Bangladesh yang terjebak di Desa Jagat, mengatakan pada Senin (12/10/2026), dia dan sembilan rekannya menunggu evakuasi menggunakan helikopter.

"Kami terjebak di Jagat sejak kemarin (Minggu). Banjir bandang datang dari arah atas desa dan mengalir melewati bagian bawah," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu.

"Kami selamat, namun tidak ada aliran listrik sejak kemarin, komunikasi dengan dunia luar terganggu, dan persediaan makanan mulai menipis," ujarnya, lagi.

Dia menyebut lebih dari 200 pendaki berlindung dengan aman di desa tersebut, termasuk asal Nepal.

Otoritas penanggulangan bencana Nepal menyatakan, banjir menghancurkan sejumlah jembatan serta merusak rumah warga, dua menara telepon, serta 50 tiang listrik.

Sebanyak 437 personel keamanan dikerahkan, sementara empat helikopter militer melakukan operasi penyelamatan.

Manaslu Circuit, yang terletak di dekat perbatasan Nepal dan China, merupakan jalur pendakian populer di Himalaya. Oktober sebagai salah satu periode tersibuk.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut