Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Bantah Tembak Jatuh Pesawat MH17, Rusia: Tuduhan Tak Berdasar

Kamis, 20 Juni 2019 - 09:55:00 WIB
Bantah Tembak Jatuh Pesawat MH17, Rusia: Tuduhan Tak Berdasar
Warga negara Rusia Igor Girkin, Sergey Dubinskiy, dan Oleg Pulatov, serta Leonid Kharchenko dari Ukraina, dituduh menjatuhkan pesawat MH17. (FOTO: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Rusia membantah tuduhan keterlibatan militernya dalam insiden pesawat Malaysia Airlines MH-17 yang ditembak jatuh di Ukraina timur pada 2014. Rusia mengecam tuduhan para penyelidik internasional itu dan menyebutnya tidak berdasar.

Tim penyelidik internasional mengungkap para tersangka jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17, yakni empat orang termasuk warga Rusia.

"Sekali lagi, tuduhan yang sama sekali tidak berdasar dilakukan terhadap pihak Rusia, yang bertujuan mendiskreditkan Rusia di mata masyarakat internasional," bunyi pernyataan kementerian luar negeri, seperti dilaporkan AFP, Kamis (20/6/2019).

"Tim investigasi gabungan (JIT) yang dibentuk untuk menyelidiki tragedi itu menggunakan sumber informasi yang meragukan dan tidak menggunakan data yang disediakan oleh Rusia," sambung pernyataan itu.

Rusia menyatakan pihaknya siap memberikan bantuan menyeluruh untuk penyelidikan sejak hari pertama, namun ditolak. Kementerian luar negeri menyebut informasi yang diberikan oleh pihak Rusia diabaikan.

Rusia sejak lama membantah semua keterlibatan atas peristiwa jatuhnya jet mH17.

"Anda tahu sikap kami terhadap penyelidikan ini. Rusia tidak memiliki kesempatan untuk mengambil bagian di dalamnya meskipun itu menunjukkan inisiatif dari hari-hari pertama tragedi ini," kata juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov.

Pada Rabu (19/6/2019), para penyelidik internasional yang dipimpin Belanda mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tiga warga Rusia dan seorang Ukraina. Mereka akan diadili pada Maret tahun depan.

Namun mereka kemungkinan akan diadili secara in absentia di Belanda karena Rusia maupun Ukraina tidak mengekstradisi warga negara mereka.

Pesawat itu terbang pada 17 Juli 2014, dari Bandara Schiphol, Amsterdam, menuju Kuala Lumpur namun ditembak jatuh sebelum jatuh di dekat Torez di Oblast Donetsk, Ukraina, 40 kilometer dari perbatasan Rusia.

Sebanyak 298 orang, termasuk 15 kru, tewas dalam kecelakaan itu.

Belanda, Australia, Belgia, Malaysia, dan Ukraina adalah bagian dari tim investigasi gabungan.

Diberitakan sebelumnya, penyelidik mengungkap identitas empat tersangka, yakni tiga asal Rusia, Igor Girkin, Sergey Dubinskiy, dan Oleg Pulatov, serta satu asal Ukraina Leonid Kharchenko.

Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Olena Zerkal mengungkap, salah satu dari tiga tersangka asal Rusia merupakan pejabat senior. Menurut dia, membawa rudal BUK dari Rusia hingga menyeberang ke wilayah Ukraina yang dikuasai pemberontak tidak mungkin dilakukan tanpa izin pejabat tinggi.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut