Beda Sendiri, Tentara Pria di Negara Ini Boleh Tatoan, Ditindik bahkan Pakai Rok
ONTARIO, iNews.id - Militer Kanada mengubah aturan berpakaian dan berpenampilan bagi tentaranya. Mereka boleh berkuku panjang, memiliki tato di wajah, serta mewarnai rambut. Para tentara laki-laki juga boleh mengenakan rok.
Dokumen yang dirilis Angkatan Bersenjata Kanada (CAF) pada Selasa lalu menyebutkan, perubahan aturan ini sudah direncanakan sejak lama namun tertunda. Meski demikian Angkatan Bersenjata Kanada menyadari perubahan aturan ini akan mendapat tentangan dari masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, tentara seharusnya berpenampilan baik.
“Kemunculan Angkatan Bersenjata Kanada (CAF) tidak sejalan dengan masyarakat Kanada yang dilayaninya,” bunyi dokumen, seperti dikutip dari RT, Kamis (7/7/2022).
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kanada Wayne Eyre juga mengakui langkah ini bisa memicu perdebatan. Namun segala macam penolakan dan kritikan tak akan mengubah aturan ini.
Kanada dan Australia Tuduh Jet Tempur China Lakukan Manuver Berbahaya, Begini Pembelaan Beijing
“Beberapa akan mempertimbangkan perubahan ini, sementara yang lain mungkin melihat ini tidak beralasan. Kita harus waspada terhadap dikotomi palsu yang harus dipilih, antara mengubah pakaian dan penampilan atau menjadi kuat," kata Eyre.
CAF menjelaskan tujuan reformasi yang mulai berlaku pada September 2022 ini menjadikan tentara aturan lebih inklusif dan netral gender.
Pesawatnya Dicegat China, Kanada Protes Keras
Salah satu perubahan besar adalah seragam tidak lagi dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Ini berarti bahwa prajurit yang mengidentifikasi diri sebagai laki-laki boleh mengenakan rok. Ini disebabkan semua referensi gender terkait dengan benda, seperti rok, nilon, dan dompet, telah dihapus.
“Kedua katalog ini terbuka untuk semua anggota dan boleh dicampur. Anggota CAF bisa memilih desain mana yang paling cocok, selama itu dikenakan sesuai dengan Instruksi Pakaian,” bunyi pernyataan militer, namun mengecualikan penggunaan pada acara-acara khusus seperti parade.
Selain itu, anggota baru tidak harus mencukur rambut menjadi cepak selama mengikuti pelatihan dasar. Tidak ada pula batasan panjang rambut kecuali jika kondisi itu mengganggu tugas. Tentara juga dibolehkan mewarnai rambut, memiliki kuku panjang, dan tindik di telinga, jika tidak mengganggu tugas.
Tato wajah juga dibolehkan, namun desain tato tak boleh merujuk pada geng kriminal atau menunjukkan diskriminasi terhadap pihak lain.
Editor: Anton Suhartono