Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Dilaporkan Rencanakan Serang Iran Tanpa Dukungan AS
Advertisement . Scroll to see content

Begini Alur Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz jika Dibuka Total

Minggu, 09 Agustus 2026 - 06:49:00 WIB
Begini Alur Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz jika Dibuka Total
Kesepakatan terkait Selat Hormuz yang tengah dirundingkan Iran dan Oman turut mengatur skema lalu lintas kapal (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh yang tengah dirundingkan Iran dan Oman turut mengatur skema lalu lintas kapal di jalur pelayaran strategis tersebut. 

Portal berita Axios, mengutip keterangan beberapa sumber pejabat negara Teluk, melaporkan berdasarkan usulan yang dibahas, kapal yang masuk Teluk akan menggunakan rute utara melalui perairan Iran, sedangkan kapal yang keluar menuju Laut Arab diarahkan melewati jalur selatan di perairan Oman yang tetap berkoordinasi dengan Iran.

Selama masa transisi, tidak akan diberlakukan biaya transit maupun tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Selain itu, jalur tengah selat akan dibersihkan dari ranjau laut dalam waktu 30 hari agar dapat kembali digunakan sebagai jalur dua arah dalam kesepakatan jangka panjang.

Setelah operasi pembersihan ranjau selesai, jalur tengah Selat Hormuz akan dibuka untuk lalu lintas kapal yang masuk maupun keluar. Pengaturan permanen mengenai penggunaan jalur tersebut akan menjadi bagian dari perundingan lanjutan antara Oman dan Iran.

Skema pengaturan lalu lintas tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang hampir dicapai antara Iran, dan Oman untuk membuka kembali Selat Hormuz secara penuh sekaligus menghidupkan kembali gencatan senjata. Awalnya pengumuman kesepakatan itu disebut-sebut dapat dilakukan paling cepat pada Rabu lalu, namun tak terwujud.

Sejumlah pejabat Timur Tengah dan AS, melaporkan kesepakatan tersebut bertujuan meredakan ketegangan setelah kembali pecah konfrontasi militer. Selain itu, pembukaan Selat Hormuz diharapkan menjadi pintu masuk bagi dimulainya kembali perundingan mengenai program nuklir Iran yang sempat terhenti sejak serangan pada awal Juli lalu.

Menurut sumber itu, pengaturan lalu lintas Selat Hormuz antara Iran dan Oman akan berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang apabila kedua pihak mencapai kesepakatan lanjutan.

Di balik layar, proses negosiasi juga melibatkan pejabat dari Qatar, Pakistan, dan Arab Saudi, sementara AS berperan aktif dalam pembahasan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut