Begini Wujud Autopen, Alat Peniru Tanda Tangan yang Dipermasalahkan Trump kepada Joe Biden
JAKARTA, iNews.id - Autopen mendadak menjadi pusat perhatian publik Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump mempersoalkan penggunaan alat tersebut oleh Joe Biden selama menjabat.
Trump bahkan membatalkan seluruh instruksi presiden era Biden yang diteken menggunakan autopen, dan menyebut penggunaannya sebagai praktik ilegal. Polemik itu membuat banyak orang bertanya-tanya, seperti apa sebenarnya wujud autopen dan bagaimana alat ini bekerja?
Autopen bukan sekadar mesin pencetak tanda tangan digital. Secara fisik, alat ini biasanya berbentuk:
Bila dilihat sekilas, autopen mirip dengan mesin robotik di pabrik, tetapi lebih kecil, dirancang untuk membuat goresan pena yang presisi mengikuti pola tanda tangan seseorang.
Prinsip kerjanya sederhana namun presisi:
Hasilnya benar-benar menyerupai tanda tangan asli, lengkap dengan tekanan, lengkungan, dan arah goresan.
Teknologi ini sudah digunakan sejak era Perang Dunia II dan berkembang menjadi alat standar bagi pejabat tinggi yang harus menandatangani ratusan dokumen dalam waktu singkat.
Autopen sebenarnya legal di Amerika Serikat, bahkan digunakan oleh banyak presiden sebelumnya. Barack Obama menggunakan autopen untuk menandatangani undang-undang ketika sedang bepergian.
Namun Trump menuding penggunaan autopen selama era Biden dilakukan tanpa keterlibatan Biden secara langsung. Dia mengklaim sekitar 92 persen instruksi presiden Biden diteken menggunakan autopen, dan menyebut itu sebagai bentuk pemerintahan yang dikendalikan pihak lain.
Trump pun membatalkan semua dokumen tersebut dan menyebut orang-orang yang menandatangani kebijakan lewat autopen sebagai pihak yang bertindak ilegal.
Padahal dalam praktiknya, autopen hanya alat bantu administratif. Banyak politisi, selebritas, hingga lembaga pendidikan menggunakan teknologi ini untuk dokumen massal seperti ijazah, surat, atau memorabilia.
Autopen bukan teknologi baru, namun kembali mencuri perhatian karena masuk dalam pusaran perseteruan politik di Gedung Putih. Wujudnya memang sederhana, hanya mesin yang menggambar tanda tangan. Namun keberadaannya kini menjadi bahan perdebatan besar soal legitimasi, otoritas, dan siapa sebenarnya yang mengendalikan pemerintah Amerika Serikat.
Editor: Anton Suhartono