Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Sebut Iran Sekarat: Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji Tentara
Advertisement . Scroll to see content

Bela Iran, China Kecam Perang Ekonomi AS: Tak Menyelesaikan Masalah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:55:00 WIB
Bela Iran, China Kecam Perang Ekonomi AS: Tak Menyelesaikan Masalah
Lin Jian menegaskan sanksi dan tekanan AS terhadap Iran tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah (Foto: Kemlu China)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - China mengecam sanksi tanpa ampun yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Disebutkan, sanksi "operasi ekonomi yang menghancurkan" terhadap Iran itu tidak akan menyelesaikan masalah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Lin Jian, mengatakan sanksi dan tekanan AS tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

"China menyerukan kepada semua pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah melalui cara politik dan diplomatik," kata Lin, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (22/8/2026).

Trump bersumpah akan menghancurkan Iran dengan cara mengisoasinya secara global. Untuk mewujudkannya, Trump mengancam negara-negara atau entitas yang bekerja sama dengan Iran akan menghadapi konsekuensi sangat berat.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent membela Trump, termasuk dalam menghadapi China, negara yang menjadi salah satu mitra utama Iran.

Saat ditanya apakah AS akan menekan China untuk bergabung dalam perang ekonomi terhadap Iran, Bessent menegaskan pemerintahan Trump menyerukan China untuk mengikuti kampanye tersebut.

Mengomentari pernyataan Bessent, Lin menegaskan perlunya semua pihak untuk melakukan langkah-langkah bertanggung jawab dalam menyelesaikan perang.

Dia menegaskan China menentang penggunaan cara-cara sepihak untuk menekan suatu negara.

"China menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan tidak disahkan oleh Dewan Keamanan PBB," kata Lin.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut