Belajar dari China dalam Menangani Wabah Virus Korona
BEIJING, iNews.id - Kasus virus korona atau Covid-19 terus menurun di China. Pada Selasa (17/3/2020), hanya ada 21 laporan kasus terbaru, itu pun hanya satu yang terinfeksi secara lokal, sisanya merupakan kasus impor.
Selain itu, akumulasi jumlah orang yang terinfeksi di luar China sudah melampaui di dalam negeri per Senin, yakni lebih dari 83.000 orang.
Keberhasilan China dalam menangani kasus virus korona tak lepas dari kebijakan yang kuat dari pemerintah dalam mencegah penyebarannya, seperti me-lockdown kota dan membatasi aktivitas warga di daerah yang mengalami wabah.
Selain itu China secara aktif meminta warga untuk melapor jika mengalami gejala sehingga mereka bisa segera ditangani.
Bahkan di kota tertentu pejabat memberikan hadiah uang kepada warganya yang melaporkan gejala korona, meskipun hasilnya negatif.
Dikutip dari China Daily, sebagian besar negara yang mampu mengendalikan pandemi, seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, telah mengikuti prinsip deteksi serta karantina dini, sebagaimana pengalaman dan pelajaran dari China.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan langkah deteksi dini, karantina para penderita, serta upaya pencegahan lain, setelah mengirim tim pencari fakta ke China.
Terlepas dari kondisi dan sistem administrasi yang berbeda, negara-negara yang mengalami kasus terparah, diminta memperhatikan prinsip-prinsip penanggulangan yang sama dan tidak membuang-buang waktu lagi dalam menerapkannya.
Beberapa negara telah mencoba untuk meminimalisasi dampak, namun langkah-langkah yang mereka ambil dinilai belum cukup untuk bisa mengendalikan pandemi di dalam negeri serta tak cukup ampuh dalam mencegah masuknya sumber penularan dari negara lain.
WHO telah meluncurkan Solidarity Response Fund dengan para mitranya untuk menangani virus korona pada Jumat pekan lalu. Ini menunjukkan seberapa besar upaya bersama yang dilakukan semua pemangku kepentingan.
Negara-negara harus mengambil keuntungan dari kerja sama bilateral maupun multilateral untuk mengoordinasikan upaya lebih baik untuk memerangi virus.
Seperti disampaikan perwakilan negara G20 dalam pertemuan di Khobar, Arab Saudi, pada Kamis pekan lalu, pandemi virus korona membutuhkan respons internasional yang kuat.
Negara-negara G20 dapat memberi contoh, tidak hanya dengan menerapkan langkah-langkah yang kuat di dalam negeri, tapi juga meningkatkan kerja sama dan berkoordinasi untuk mencegah virus.
Dengan melakukan itu, mereka dapat meletakkan dasar yang kuat dalam merrespons pandemi global di masa depan.
China mendeteksi kasus pertama virus korona di Wuhan, Provinsi Hubei, pada akhir Desember 2019 dan mencapai puncaknya pada akhir awal Februari 2020.
Hingga Selasa, China mengonfirmasi 81.033 kasus virus korona. Sebanyak 3.229 di antaranya meninggal dan 68.759 sembuh.
Editor: Anton Suhartono