Belajar dari Covid-19, Inggris Luncurkan Kelompok Ahli Antisipasi Pandemi Masa Depan
LONDON, inews.id - Inggris akan meluncurkan kelompok ahli internasional baru untuk meningkatkan kesiapsiagaan dunia menghadapi pandemi di masa depan. Langkah itu juga diiringi dengan mempercepat pengembangan vaksin untuk melawan wabah virus saat penyakit itu tiba-tiba muncul, seperti pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.
Kelompok ahli itu dinamai Pandemic Preparedness Partnership (PPP) atau Kemitraan Kesiapsiagaan Pandemi, di bawah Kepresidenan Inggris dalam negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7). PPP akan melapor ke KTT para pemimpin G7 pada Juni mendatang.
Pada pertemuan perdana tersebut, PPP akan memberi nasihat tentang bagaimana mencapai target Perdana Menteri Boris Johnson untuk bisa mengembangkan vaksin melawan penyakit di masa depan dengan cepat hanya dalam 100 hari.
"Sebagai pimpinan G7, Inggris bertekad untuk bekerja dengan mitra kami membangun kembali kesiapan di masa depan yang lebih baik dari pandemi corona, demi memperkuat kesiapsiagaan global untuk pandemi di masa depan," kata Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock dikutip Reuters, Selasa (20/4/2021).
Dalam menjalankan perannya, PPP akan diketuai oleh Kepala Penasihat Ilmiah Pemerintah Inggris Patrick Vallance. Sementara itu kelompok pengarahnya terdiri dari para eksekutif dari pembuat vaksin Covid-19 AstraZeneca, Pfizer dan Johnson & Johnson serta para ilmuwan lainnya.
"Kelompok ahli baru ini akan mampu mendorong upaya kami di tahun-tahun mendatang untuk melindungi orang dimanapun dari penyakit baru dan bisa menyelamatkan nyawa manusia," kata Hancock.
Pemerintah Inggris mengatakan, dibutuhkan dana awal sebesar 22,37 juta dolar AS atau setara Rp324 miliar. Selain itu dana yang lebih banyak lagi juga akan digelontorkan kepada Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI) untuk mendukung pasokan dan pengembangan vaksin global.
Editor: Kurnia Illahi