Belarusia Bentuk Tim Pertahanan Teritorial Baru Terdiri Atas Ratusan Ribu Relawan, Ada Apa?
MINSK, iNews.id - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah membentuk pertahanan teritorial baru terdiri atas 100.000-150.000 pasukan relawan militer. Dia berdalih semua orang harus tahu bagaimana 'menangani' senjata dan siap untuk menanggapi agresi dan menjaga ketertiban umum di masa damai.
"Situasinya tidak mudah. Saya telah mengatakan lebih dari sekali: setiap orang dan tidak hanya seorang pria, setidaknya harus mampu menangani senjata," kata Lukashenko pada pertemuan Dewan Keamanannya, Senin (20/2/2023).
Lukashenko sering mengatakan, pasukannya akan berperang hanya jika Belarusia diserang. Dia juga mengatakan 'pengalaman' di Ukraina membutuhkan pertahanan tambahan.
"Jika terjadi tindakan agresi, responsnya akan cepat, keras, dan tepat," kata Lukashenko.
Presiden Belarusia Tegaskan Negaranya Hanya Akan Perang jika Rakyat Diserang
Menteri Pertahanan, Viktor Khrenin mengatakan, pasukan pertahanan teritorial akan memiliki 100.000-150.000 relawan atau lebih jika diperlukan. Pembentukan paramiliter idealnya ada di setiap desa dan kota.
Menurut Neraca Militer Institut Internasional untuk Studi Strategis 2022, militer profesional Belarusi memiliki sekitar 48.000 tentara dan sekitar 12.000 tentara perbatasan negara.
Rusia Sebut Belarusia Bisa Saja Bergabung dalam Konflik dengan Ukraina, jika...
Lukashenko merupakan penguasa terlama di Eropa yang telah memimpin Belarusia selama 28 tahun. Dia bergantung pada Rusia secara politik dan ekonomi. Dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin membantunya bertahan dari protes massa pro-demokrasi pada tahun 2020.
Ketergantungan tersebut telah memicu ketakutan di Kiev bahwa Putin akan menekan Lukashenko untuk bergabung dengan serangan darat baru dan membuka front baru dalam invasi Rusia ke Ukraina.
Wakil Komandan Perang Rusia Tiba-Tiba Temui Pasukan di Belarusia, Ada Apa?
"Unsur-unsur Perang Dingin: perlombaan senjata dan pemerasan nuklir oleh para pemimpin masing-masing negara Barat telah kembali ke agenda internasional kontemporer," kata Lukashenko.
Uni Eropa, Amerika Serikat, dan lainnya telah memberlakukan sanksi senilai miliaran dolar terhadap negara bekas Soviet itu atas dukungannya untuk perang Rusia melawan Ukraina.
Zelensky Minta Warga Ukraina Waspadai Invasi Darat Terbaru Rusia dari Belarusia
Editor: Umaya Khusniah