Belum Ada Laporan WNI Terdampak Gempa M7,2 di Jepang, KBRI Terus Pantau
JAKARTA, iNews.id - Belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,2 di Jepang. Gempa mengguncang Prefektur Miyagi pada Sabtu (20/3/2021) pukul 18.36 waktu setempat, memicu tsunami setinggi 1 meter.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Kedutaan Besar RI di Tokyo berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan di Miyagi guna memonitor kondisi WNI.
“Sampai saat ini belum ada laporan adanya WNI terdampak gempa,” bunyi pernyataan Kemlu RI, Minggu (21/3/2021).
KBRI terus memantau kondisi pascagempa melalui media setempat serta laporan dari pihak berwenang dan informasi dari masyarakat.
Hotline KBRI Tokyo dapat diakses melalui nomor +81 90-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.
Sementara itu pejabat seismologi Jepang mengatakan gempa yang mengguncang pantai timur laut Jepang dengan kedalaman 60 kilometer itu merupakan susulan dari guncangan dahsyat 9 Skala Richter yang terjadi pada Maret 2011.
Gempa terbaru ini merupakan susulan dari guncangan mematikan pada 2011 yang memicu tsunami hingga menewaskan hampir 20.000 orang. Meski 1 dekade berlalu, lokasi itu masih mengalami guncangan susulan.
Dampak kerusakan gempa terbaru ini kecil, namun guncangannya dirasakan hingga Tokyo yang berjarak 400 kilometer.
Gempa bermagnitudo 7,3 bulan bulan lalu di lokasi tak jauh berbeda juga disebut sebagai gempa susulan 10 tahun silam.
Editor: Anton Suhartono