KUALA LUMPUR, iNews.id - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad rupanya belum mau meninggalkan dunia politik. Pria 97 tahun itu kalah dalam pemilu Malaysia pada November lalu. Dia tak memenangkan kursi parlemen, bahkan tak satu pun calon dari partainya yang merebut kursi Dewan Rakyat.
Mahathir, yang juga mantan pemimpin Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang), pada Jumat (24/2/2023) bergabung dengan Parti Bumiputera Perkasa Malaysia (Putra).
Iran Kejutkan Dunia, Siap Jual Rudal Canggih dan Kapal Perang dengan Mata Uang Kripto
Dalam posting-an di Facebook, mantan anggota Partai Pejuang Banian Pahamin mengatakan 13 mantan anggota partai lainnya juga bergabung dengan Putra.
“Misi dan tujuan kita harus jelas agar berhasil. Perjuangan utama adalah untuk persatuan orang Melayu, partai, dan organisasi,” kata Banian, dikutip dari The Straits Times, Minggu (26/2/2023).
Mahathir Mohamad Masih Bingung Kenapa Kalah Pemilu Malaysia: Apa Salah Saya?
Sejauh ini belum diketahui apakah Mahathir mendapat jabatan tertentu di Putra atau tidak. Namun Mahathir pekan lalu mengatakan akan mempertimbangkan untuk bergabung dengan Putra setelah mendapat undangan dari presiden partai tersebut. Mahathir mengaku diberi jabatan sebagai penasihat. Putra merupakan partai guram, kecil dan tak diperhitungkan, yang didirikan 4 tahun lalu.
“Saya tidak punya alasan untuk tidak menerima undangan tersebut, tapi saya juga selalu memberi diri saya waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Tawaran untuk bergabung dengan Putra selaras dengan perjuangan (politik) saya. Jika saya merasa ini cocok, saya akan melamar menjadi anggota dan jika mereka menginginkan saya sebagai penasihat, saya juga bisa,” kata Mahathir, Sabtu kemarin.
Mahathir mengundurkan diri dari Pejuang, partai yang dia dirikan pada 2020 bersama dengan 12 orang lainnya. Sebelum itu dia juga memutuskan hubungan dengan Gerakan Tanah Air (GTA), koalisi partai Melayu-Muslim dan organisasi non-pemerintah di mana Pejuang sempat berada di dalamnya.
GTA didirikan Mahathir bersama beberapa partai Melayu-Muslim lainnya pada Agustus 2022 atau menjelang Pemilihan Umum ke-15 pada November.
Editor: Anton Suhartono
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku