Benda Asing Terbang dan Jatuh di Pakistan, Diyakini Ulah India
ISLAMABAD, iNews.id - Pakistan memperingatkan India tentang adanya konsekuensi terkait objek supersonik yang terbang di wilayah Pakistan. Objek asing yang diyakini berasal dari India itu jatuh di wilayah Pakistan.
Kantor luar negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan mengatakan, mereka memanggil kuasa usaha India di Islamabad untuk mengajukan protes atas pelanggaran tak beralasan atas wilayah udaranya. Pakistan menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut, karena dinilai membahayakan penerbangan dan nyawa warga sipil.
Pakistan memperingatkan India adanya konsekuensi yang tidak menyenangkan dari kelalaian semacam itu. India diminta mengambil langkah-langkah efektif untuk menghindari terulangnya pelanggaran semacam itu di masa depan.
Dalam konferensi pers Kamis (10/3/2022) malam, juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Babar Iftikhar mengatakan, pada 9 Maret, sebuah benda asing berkecepatan tinggi terbang di wilayah Pakistan dan jatuh di wilayah Kota Mian Channu. Benda itu diamankan oleh pusat operasi pertahanan udara angkatan udara Pakistan.
5 Tentara Pakistan Tewas Ditembakan Taliban dari Afghanistan
Dia mengatakan militer tidak yakin dengan sifat objek tersebut dan meyakini berasal dari Kota Sirsa, Provinsi Haryana, barat India. Pakistan juga meminta India untuk berbagi hasil penyelidikan atas insiden tersebut.
"Jalur penerbangan objek ini membahayakan banyak penerbangan penumpang nasional dan internasional baik di wilayah udara India dan Pakistan serta kehidupan manusia dan semua yang ada di darat," kata juru bicara militer, Iftikhar.
Tidak ada tanggapan langsung dari Kementerian Luar Negeri India atas pertanyaan Reuters tentang masalah ini.
Dalam konferensi pers, seorang pejabat angkatan udara Pakistan mengatakan, objek itu sedang dianalisis secara forensik. Dari studi awal menunjukkan itu merupakan rudal supersonik permukaan-ke-permukaan, tetapi tidak bersenjata.
Dia mengatakan pesawat itu melakukan perjalanan di ketinggian 40.000 kaki, dengan kecepatan Mach 3. Benda terbang 124 kilometer di wilayah udara Pakistan sebelum jatuh.
Iftikhar mengatakan militer tidak akan langsung mengambil kesimpulan sampai mereka mendapat penjelasan dari India. Pakistan memprotes keras "pelanggaran mencolok" wilayah udaranya.
"Apa pun yang menyebabkan insiden ini terjadi, itu yang harus dijelaskan oleh orang India," kata Iftikhar.
Kedua tetangga bersenjata nuklir itu telah berperang tiga kali dan telah terlibat dalam banyak bentrokan militer. Yang terbaru, terjadi pada 2019 di mana angkatan udara keduanya terlibat dalam pertempuran.
Editor: Umaya Khusniah