Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ogah Bayar Makan dan Aniaya Kekasih, WNA Selandia Baru Diusir dari Bali
Advertisement . Scroll to see content

Benny Wenda Desak OPM Bebaskan Pilot Selandia Baru secara Damai

Rabu, 22 Februari 2023 - 15:52:00 WIB
Benny Wenda Desak OPM Bebaskan Pilot Selandia Baru secara Damai
Foto-foto pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens bersama KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. (Foto : ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemimpin gerakan kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda mendesak Organisasi Papua Merdeka (OPM) segera membebaskan pilot Selandia Baru, Phillip Mehrtens. Dia mengklaim, pembebasan pilot disandera oleh pemberontak bersenjata berada di luar kendalinya.

Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) itu mengatakan kepada RNZ Pacific, dia tidak memaafkan tindakan pemberontak tentara pembebasan. Dia mengaku telah meminta mereka untuk membebaskan pilot secara damai.

Pejuang Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menculik Mehrtens pada 7 Februari setelah dia mendaratkan pesawat penumpang komersial kecil di Kabupaten Nduga.

Kelompok itu kemudian membakar pesawat Susi Air milik Indonesia. Mereka menuntut pemerintah Selandia Baru bernegosiasi langsung untuk pembebasan Merhtens.

Wenda mengaku bersimpati dengan orang-orang Selandia Baru dan keluarga Merhtens. Namun demikian, dia menegaskan situasi tersebut adalah salah Indonesia karena tak mengizinkan Komisaris Hak Asasi Manusia PBB untuk mengunjungi Papua Barat.

“Karena tempat yang sebenarnya terjadi adalah di mana ratusan ribu orang mengungsi dari tahun 2018 hingga sekarang; di Nduga, Intan Jaya, Mybrat dan juga Oksibil. Jadi, yang terjadi saat ini adalah peringatan kepada Indonesia untuk membiarkan Komisariat Tinggi PBB berkunjung setelah diabaikan selama tiga tahun terakhir ini,” katanya, Selasa (21/2/2023). 

Wenda pun menegaskan, mereka bukan musuk bagi Selandia Baru. Dia menyebut negara itu merupakan pendukung kuat Papua Barat. 

"Saya kira kelompok (TPNPB) tidak dapat mencelakakan pilot kecuali Indonesia menggunakan situasi itu untuk mencelakai. Itu yang menjadi perhatian saya," katanya. 

Dia mengatakan Indonesia harus mempertimbangkan tuntutan TPNBS.

Dilansir dari RNZ, Wenda memimpin delegasi dari ULMWP yang saat ini berada di Fiji menjelang Forum Kepulauan Pasifik. Kelompok tersebut berstatus pengamat di Melanesia Spearhead Group (MSG) dan sedang melobi untuk menjadi anggota penuh.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut