Bentrokan Antar Suku Rebutan Tanah Pertanian Tewaskan 11 Orang, Hampir 1.000 Rumah Dibakar
KANANGA, iNews.id - Bentrokan antar kelompok suku kembali pecah di Republik Demokratik Kongo. Terbaru, kerusuhan menewaskan 11 orang dan hampir 1.000 rumah terbakar.
Pejabat administrasi mengatakan tiga kelompok suku Bena Kabuya, Bena Mwembi dan Bena Nshimba saling serang dengan benda tajam dan tumpul di negara bagian Kasai. Bentrokan dipicu perebutan tanah pertanian.
Dalam insiden itu setidaknya 11 orang warga tewas, bentrokan juga membakar 924 rumah dan memaksa lebih dari 10.000 warga desa mengungsi.
Seorang pejabat administrasi teritorial membenarkan bahwa telah terjadi bentrokan, tetapi tidak memberikan angka jumlah korban luka dan tewas.
Kepala Karitas Katolik di ibu Mbuji-Mayi ibu kota Provinsi Kasai, Pierre Mulumba Mpoyi mengatakan bentrokan kelompok suku terbaru pecah pada 5 September dan berlanjut selama tiga hari.
"Korban sementara adalah 11 orang tewas, tujuh luka parah," katanya dikutip dari AFP, Kamis (24/9/2020).
Tim bantuan kemanusiaan direncanakan akan mengunjungi lokasi kerusuhan pada Kamis ini waktu setempat untuk memeriksa skala kerusakan.
Provinsi Kasai sebelumnya pernah diguncang serangkaian aksi kekerasan lebih dari dua tahun setelah pasukan keamanan membunuh kepala suku kelompok pemberontak Kamuina Nsapu pada tahun 2016 karena pemberontakan melawan pemerintah.
Sumber PBB melaporkan pemberontakan itu diperkirakan telah menewaskan sekitar 3.000 orang antara September 2016 sampai Oktober 2017 serta membuat lebih dari 1,4 juta orang mengungsi.
Editor: Arif Budiwinarto