Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geram! Purbaya bakal Gerebek Perusahaan Baja China yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Bersejarah! Populasi China Menyusut untuk Pertama Kali sejak 1961, India Bakal Jadi Negara Terpadat di Dunia

Selasa, 17 Januari 2023 - 09:53:00 WIB
Bersejarah! Populasi China Menyusut untuk Pertama Kali sejak 1961, India Bakal Jadi Negara Terpadat di Dunia
Penduduk China menyusut untuk pertama kalinya sejak 1961 (ilustrasi). (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.idPopulasi di China pada tahun lalu mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak 1961. Ini menjadi sebuah perubahan bersejarah yang diperkirakan akan menandai dimulainya periode panjang penurunan jumlah warga negeri tirai bambu. 

Biro Statistik Nasional China mengungkapkan, penduduk negara itu berjumlah 1,41175 miliar jiwa pada akhir 2022. Jumlah itu menurun dibandingkan dengan populasi China pada tahun sebelumnya yang mencapai 1,41260 miliar jiwa.

Para analis pun memperkirakan, India bakal menjadi negara terpadat di dunia pada 2023 ini. Untuk diketahui, penduduk India saat ini telah mencapai 1,408 miliar jiwa.

Tingkat kelahiran di Chian tahun lalu adalah 6,77 kelahiran per 1.000 orang. Angka itu juga turun dibandingkan pada 2021 dengan 7,52 kelahiran  per 1.000 orang dan menandai tingkat kelahiran terendah dalam statistik China.

China juga mencatat tingkat kematian tertinggi sejak 1976. Negara itu mencatat 7,37 kematian per 1.000 orang dibandingkan dengan tingkat kematian 7,18 per 1.000 orang pada 2021.

Sebagian besar penurunan demografi adalah hasil dari kebijakan satu anak China yang diberlakukan antara 1980 dan 2015. Faktor lainnya yaitu biaya pendidikan yang sangat tinggi yang membuat banyak orang China tidak memiliki lebih dari satu anak, atau bahkan tidak memiliki anak sama sekali.

Sejak 2021, pemerintah daerah di China telah meluncurkan sejumlah kebijakan untuk mendorong masyarakat memiliki lebih banyak anak, termasuk pengurangan pajak, cuti hamil yang lebih lama, dan subsidi perumahan. Namun, kata analis, langkah-langkah tersebut diperkirakan tidak akan menghentikan tren jangka panjang penurunan populasi negara itu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut