Beruang Kutub Pertama yang Lahir di Negara Tropis Mati di Singapura
SINGAPURA, iNews.id – Beruang kutub koleksi Kebun Binatang Singapura mati, Rabu (25/4/2018). Beruang bernama Inuka itu merupakan yang pertama dilahirkan di negara tropis.
Pejabat Kebun Binatang Singapura Cheng Wen Haur mengatakan, Inuka mati di usia 27 tahun. Dia mengalami masalah kesehatan sejak lima tahun terakhir, yakni masalah pada gigi, infeksi telinga, serta arthritis atau gangguan persendian.
"Kami sudah berusaha mempertahankan Inuka selama yang kami bisa. Tanggung jawab utama kami memastikan kesejahterannya," kata Cheng, dikutip dari AFP.
Inuka lahir pada 1990 dari pasangan Nanook dan Sheba. Kedua induk Inuka didatangkan ke Singapura dari Kanada dan Jerman pada 1978. Nanook mati pada 1995 di usia 18 tahun, sedangkan Sheba menyusul pasangannya pada 2012 di usia 35 tahun. Usia Sheba jauh di luar dugaan karena umumnya usia harapan hidup beruang antara 15 dan 18 tahun.
Nama Inuka dipilih setelah kebun binatang Singapura menggelar kontes. Ada 390 usulan yang masuk, namun Inuka yang dipilih.
Gejala kelainan pada Inuka dan induknya sudah terlihat sejak 2004. Tubuh mereka menghijau diduga karena perbedaan cuaca antara negara tropis dan kutub. Lalu Kebun Binatangan Singapura menjelaskan warna hijau itu merupakan lumut yang tumbuh.
Sementara itu, permintaan agar Inuka dibebaskan ke alam liar disuarakan oleh warganet sejak sebulan lalu, setelah sakitnya semakin parah. Mereka berharap Inuka mengembuskan napas terakhir di habitat aslinya.
"Tolong, biarkan dia mati secara alami," kata Wanessa S See, melalui akun Facebook kebun binatang.
"Dia beruang kutub tropis asli Singapura, salah satu ikon," kata warganet lain, Anita Ryanto.
Editor: Anton Suhartono