Biadab! Para Dokter Israel Serukan Tentara Zionis Bom Rumah Sakit Al Shifa Gaza
TEL AVIV, iNews.id - Para dokter Israel menyerukan tentara Zionis mengebom Rumah Sakit Al Shifa di Jalur Gaza. Dukungan tersebut disampaikan dalam surat atas nama Doctors for the Rights of Israeli Soldiers.
Mereka beralasan kelompok bersenjata Palestina menggunakan RS Al Shifa sebagai markas, tuduhan yang berkali-kali dibantah para perjuang di Gaza.
Portal berita Israel HaMedash melaporkan, surat tersebut ditandatangani sekelompok dokter. Entah terkait atau tidak, hal yang jelas rumah sakit terbesar di Gaza itu menjadi target serangan udara Israel serangan dalam 72 jam terakhir.
Pernyataan yang juga didukung para dokter yang bertugas di layanan kesehatan Israel itu mengklaim, RS Al Shifa merupakan target yang sah untuk dibom.
Israel Terpecah, PM Netanyahu Salahkan Boikot Tentara Cadangan Israel di Balik Serangan Hamas
Deklarasi serupa yang menyerukan pengeboman Rumah Sakit Al Shifa pernah dikeluarkan oleh 47 rabi Yahudi.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada Jumat lalu menyatakan, 15 warga Palestina tewas dan 26 lainnya luka akibat pengeboman yang mengincar mobil ambulans di depan RS Al Shifa.
Edan! Israel Bakal Rogoh Rp795 Triliun untuk Perangi Hamas di Gaza, Sehari Habis Rp4 Triliun
Ambulans-ambulans itu membawa sejumlah warga Gaza korban luka untuk dipindahkan perawatannya ke Mesir.
“Kami telah memberi tahu Komite Internasional Palang Merah, Republik Arab Mesir, dan seluruh dunia melalui saluran komunikasi tentang pergerakan ambulans yang membawa korban luka ke Mesir, namun (pasukan) pendudukan melakukan kejahatan tersebut dengan sangat berani,” bunyi pernyataan kementerian.
Mengerikan! Israel Bom Kampus Universitas Al Azhar Gaza
Serangan terhadap ambulans itu memicu kecaman luas komunitas internasional. Sekjen PBB Antonio Guterres mengungkapkan kengeriannya dengan serangan itu.
“Foto-foto mayat yang bergelimpangan di jalan di luar rumah sakit sangat mengerikan,” demikian pernyataan Guterres di X.
Agresi Militer Israel di Gaza Makin Brutal, Ambulans Diserang dan Tewaskan 15 Orang
Editor: Anton Suhartono