Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Disebut Nyaris Kehabisan Rudal untuk Perang Melawan Iran, Ini Komentar Trump
Advertisement . Scroll to see content

Blak-blakan! Presiden Iran Akui Kesulitan Berkomunikasi dengan Mojtaba Khamenei

Kamis, 06 Agustus 2026 - 14:57:00 WIB
Blak-blakan! Presiden Iran Akui Kesulitan Berkomunikasi dengan Mojtaba Khamenei
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkap tidak mudah berkomunikasi dengan Mojtaba Khamenei saat ini (Foto: Student News Agency)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Presiden IranMasoud Pezeshkian blak-blakan mengungkap, tidak mudah untuk berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Kondisi saat ini tidak stabil yang membuat komunikasi dengan Mojtaba sangat dibatasi.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran, dalam rangka memperingati 2 tahun jabatannya sebagai presiden, Pezeshkian menyebut Mojtaba sebagai sumber kekuatan utama Iran.

Di sisi lain, dia juga menyebutkan semakin terbuka para pejabat menyampaikan masalah kepada Mojtaba, maka semakin mudah pula untuk mencapai pemahaman bersama.

Pezeshkian juga menggambarkan Mojtaba sebagai sosok luar biasa. Dia mengaku sangat terkesan dengan etika, kerendahan hati, dan penalaran Mojtaba.

Lebih lanjut Pezeshkian menuduh beberapa orang berusaha menciptakan perpecahan di dalam negeri. Pezeshkian menyebut ada pihak yang menyebut Mojtaba berselisih dengan dirinya terkait kesepakatan MoU gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) yang diteken pada 17 Juni lalu. Kesepakatan itu diteken secara virtual oleh Presiden Donald Trump dan dirinya.

Kesepakatan itu menandai berlakunya gencatan senjata selama 60 hari dan pencabutan blokade maritim terhadap Iran. Pezeshkian menegaskan, Mojtaba secara terbuka mendukung MoU tersebut, meski awalnya keberatan.

Musuh-musuh Iran, lanjut dia, juga meningkatkan tekanan melalui sanksi dan konfrontasi militer dalam upaya untuk memicu ketidakpuasan publik serta mendorong demonstrasi. Dia menyebut periode kepemimpinannya saat ini sebagai yang paling sulit sejak Revolusi Islam 1979.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut