Bocah 8 Tahun Sukses Jadi Pengusaha Permen 'Mata Buaya' di Australia
DARWIN, iNews.id - Angus Copelin-Walters, seorang anak berusia 8 tahun asal Darwin, Australia utara (NT) sukses menjadi pengusaha. Dia meraup keuntungan sebesar 10.000 dolar AS atau sekitar Rp142 juta di tahun pertama dengan menjual permen ikonik berbentuk mata buaya.
Diusianya yang masih muda, Angus Copelin-Walters menjadi filantropis (donatur sosial), memiliki akun sendiri di LinkedIn, dan berambisi membeli dua mobil mewah Lamborghini.
Kesuksesannya ini dibangun melalui usaha kembang gula buatannya.
Permen mata biaya yang dijual Angus di Australia. (Foto: ABC News)
Produk kembang gula berbentuk mata buaya Angus yang dipasarkan dengan nama ‘Croc Candy’ atau permen buaya terus bertambah pelanggannya di Darwin, NT.
Ide bisnis itu muncul pada 2017 ketika keluarga Walters berbincang-bincang mengenai cara membantu putra mereka mengatasi kesulitan belajar. Setelah bereksperimen dengan usaha lain, ibu Walters terkejut oleh bakat wirausaha putranya dan memutuskan mencoba menjual gula-gula buatan mereka.
"Saya ingin menjual limun tetapi ibu melarangnya, dan dia menyarankan untuk menjual permen. Permen ini berkualitas bagus yang saya tahu," tutur Angus.