Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah! Warga Nigeria Sebut Serangan AS Salah Sasaran, bukan Ngebom Lokasi ISIS
Advertisement . Scroll to see content

Boko Haram Culik dan Bunuh Wanita Relawan Kesehatan di Nigeria

Selasa, 16 Oktober 2018 - 09:50:00 WIB
Boko Haram Culik dan Bunuh Wanita Relawan Kesehatan di Nigeria
Para perempuamn Nigeria. (Foto: OCHA / Yasmina Guerda)
Advertisement . Scroll to see content

ABUJA, iNews.id - Kelompok jihadis Boko Haram membunuh seorang relawan bantuan perempuan yang mereka culik di Nigeria. Menteri Informasi Lai Mohammed tidak menyebut identitas korban, namun dia menyebut pembunuhan itu sebagai tindakan pengecut dan tidak manusiawi.

Selain korban, dua relawan lain yakni seorang pekerja bantuan dan seorang gadis berusia 15 tahun, juga ditawan oleh Boko Haram. Mohammed berjanji akan membebaskan dua perempuan tersebut.

Tiga pekerja kesehatan perempuan diculik dalam serangan Boko Haram di kota terpencil Rann, di negara bagian Borno, pada 1 Maret. Serangan itu menewaskan tiga pekerja bantuan lainnya dan delapan tentara Nigeria.

Dua dari perempuan yang diculik, Hauwa Liman dan Saifura Khorsa, bekerja untuk Komite Palang Merah Internasional (ICRC), sementara yang ketiga, Alice Loksha, bekerja untuk badan anak-anak PBB, UNICEF.

Belum ada kabar tentang ketiganya hingga bulan lalu, saat ICRC menyatakan menerima rekaman pembunuhan Khorsa dari faksi Boko Haram yang didukung ISIS Provinsi Afrika Barat Negara Islam (ISWAP).

ISWAP kemudian mengancam akan membunuh Liman dan Loksha, serta remaja Leah Sharibu, seorang pelajar Kristen yang diculik dari Dapchi pada Februari.

ICRC akhir pekan lalu menyerukan pembebasan tawanan. Mereka meminta para jihadis menunjukkan belas kasihan.

"Karena mereka (tawanan) tidak melakukan apa pun kecuali membantu masyarakat," demikian pernyataan ICRC.

Menteri Penerangan Mohammed mengatakan, pemerintah terkejut dan sedih atas pembunuhan itu. Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Sangat disayangkan bahwa ini terjadi. Sebelum dan sesudah tenggat waktu yang dikeluarkan oleh para penculiknya, pemerintah federal melakukan segala hal yang harus dilakukan pemerintah yang bertanggung jawab untuk menyelamatkan pekerja bantuan," kata Mohammed.

"Seperti yang sudah kami lakukan sejak para perempuan muda ini diculik, kami terus membuka jalur perundingan. Dalam semua negosiasi, kami bertindak demi kepentingan terbaik para wanita dan negara secara keseluruhan.

"Kami sangat sedih dengan pembunuhan ini, sama seperti kami sedih dengan pembunuhan terakhir atas pekerja pertolongan pertama. Namun, kami akan menjaga negosiasi tetap terbuka dan terus bekerja membebaskan perempuan-perempuan tak berdosa yang tetap berada di tahanan para penculik mereka."

Lebih dari 27.000 orang tewas di Nigeria sejak pemberontakan Boko Haram dimulai pada 2009, sementara hampir dua juta lainnya kehilangan tempat tinggal.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut