Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Brian McKnight Jadi Tamu Istimewa di Resepsi Darma Mangkuluhur dan DJ Patricia Schuldtz
Advertisement . Scroll to see content

Bom Renggut 63 Nyawa, Afghanistan Tunda Perayaan HUT Kemerdekaan Ke-100

Senin, 19 Agustus 2019 - 13:12:00 WIB
Bom Renggut 63 Nyawa, Afghanistan Tunda Perayaan HUT Kemerdekaan Ke-100
Bom guncang pesta pernikahan di Kabul, Afghanistan, menewaskan sedikitnya 63 orang (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KABUL, iNews.id - Pemerintah Afghanistan menunda perayaan Hari Kemerdekaan ke-100 pada Senin (19/8/2019) terkait ledakan di pesta pernikahan pada Sabtu lalu yang menewaskan 63 orang.

Peringatan 1 abad lepasnya Afghanistan dari penjajahan Inggris sedianya digelar di Istana Darul Aman, Kabul.

Juru bicara kepresidenan Sediq Sediqqi mengatakan, sekretariat negara, yang ditugaskan untuk menggelar peringatan Hari Kemerdekaan ke-100, memutuskan menundanya sebagaimana instruksi dari Presiden Mohammad Ashraf Ghani.

Dilaporkan Khaama Press, penundaan ini untuk menghormati keluarga yang kehilangan sanak famili dalam ledakan yang terjadi pada malam hari itu.

Presiden Ghani dalam pernyataannya mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya tidak berperikemanusiaan.

Sediqqi menambahkan, dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan, Presiden Ghani akan menyampaikan pidato, meletakkan karangan bunga di Menara Kemerdekaan, serta memberikan penghormatan kepada para pahlawan kebebasan.

Ledakan bom bunuh diri di pesta pernikahan itu juga melukai 182 orang lainnya.

Sementara itu para korban tewas dimakamkan secara bersama-sama pada Minggu dalam satu liang besar.

Taliban menepis terlibat dalam insiden paling berdarah di Kabul sejak beberapa bulan terakhir itu. Kelompok militan itu diketahui meneken kesepakatan dengan pemerintah Afghanistan di Qatar pada bulan lalu dan berjanji mengurangi eskalasi kekerasan melibatkan korban warga sipil.

Setelah Taliban menyampaikan bantahan, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di pesta pernikahan.

Serangan ini diduga kuat berlatar belakang konflik Sunni dan Syiah. Pemilik hajat diketahui sebagai tokoh minoritas Syiah Hazara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut