Brasil Minta Bantuan Internasional Bangun Kembali Museum yang Terbakar
RIO DE JANEIRO, iNews.id - Presiden Brasil Michel Temer berupaya mengumpulkan dana untuk membangun kembali Museum Nasional yang ludes terbakar pada Minggu malam lalu.
Selain untuk membangun kembali museum berusia 200 tahun itu, dana yang terkumpul juga digunakan untuk merestorasi jutaan benda bersejarah koleksi museum.
Temer mengaku sudah berbicara dengan pejabat dari beberapa bank serta pengusaha untuk membahas pembangunan kembali museum.
Menteri Pendidikan Rosseili Soares bahkan meminta bantuan internasional, termasuk badan PBB Unesco. Soares mengatakan, pihaknya sudah berbincang dengan pejabat Unesco untuk mengembalikan lagi kondisi museum.
Pemerintah menyiapkan dana awal 15 juta reais atau sekitar Rp55 miliar untuk membangun dan merestorasi koleksi museum.
Pengelola museum menyebut, hampir 90 persen dari koleksi ludes terbakar.
Meseum Nasional Brasil merupakan salah satu rumah koleksi benda antropologi dan sejarah terbesar di Amerika.
Di dalamnya terdapat puluhan ribu benda seni dan artefak dari masa Greco-Roma dan Mesir. Ada pula fosil perempuan tertua berusia 12.000 tahun, Luzia, yang ditemukan di perbatasan Brasil.
Koleksi berharga lainnya adalah kerangka dinosaurus yang ditemukan di wilayah Minas Gerais serta batu meteor seberat 5,3 ton yang diberi nama Bendego.
Ada pula ribuan koleksi benda bersejarah berusia hampir empat abad yang menandai perjalanan Brasil dari mulai kedatangan penjajah sampai mencapai kemerdekaan. Dimulai dari kedatangan bangsa Portugis ke Brasil pada tahun 1500-an sampai deklarasi berdirinya Republik Brasil pada 1889.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Sergio Leitao mengatakan, ada dua dugaan penyebab kebakaran, yakni hubungan arus pendek listrik dan balon udara menggunakan gas yang mendarat di atap.
Pemadaman api terkendala dengan koleksi di dalam museum yang mudah terbakar serta ketiadaan air di hydrant yang ada. Petugas pun harus mengambil air dari danau terdekat yang dibawa menggunakan truk tangki.
Editor: Anton Suhartono