Brasil Rekomendasikan Klorokuin dan Hidroksiklorokuin untuk Pasien Corona

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 03:06 WIB
Brasil Rekomendasikan Klorokuin dan Hidroksiklorokuin untuk Pasien Corona

Klorokuin. (Foto: Istimewa)

BRASILIA, iNews.id – Kementerian Kesehatan Brasil merekomendasikan penggunakan klorokuin dan hidroksiklorouin untuk mengobati pasien pengidap virus corona (Covid-19) ringan dan sedang. Rekomendasi itu seperti anjuran yang pernah disampaikan Presiden Jair Bolsonaro, meskipun tidak ada bukti kuat tentang efektivitas obat itu dalam mengobati pasien corona.

Pedoman federal yang baru dirilis Kementerian Kesehatan Brasil merekomendasikan agar para dokter meresepkan obat antimalaria itu untuk pasien yang menunjukkan gejala virus corona. Syaratnya, pasien akan diminta untuk menandatangani surat pernyataan bahwa mereka telah diberi tahu tentang efek samping potensial dari mengonsumsi obat keras itu, termasuk masalah jantung dan hati dan kerusakan pada retina mata.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengaku menggunakan obat antimalaria, hidroksiklorokuin, untuk mencegah tertular Covid-19. Dia mengonsumsi obat itu meski ada peringatan tentang efektivitas hidroksiklorokuin dari Badan Pengawas Obat-obatan AS (FDA).

“Saya kebetulan menggunakannya. Tapi saya pikir orang-orang seharusnya juga diizinkan (menggunakan obat itu),” kata Trump di Gedung Putih, Washington DC, dikutip USA Today, Senin (18/5/2020) waktu setempat.

FDA sebelumnya telah memperingatkan terhadap penggunaan hidroksiklorokuin dan klorokuin untuk pengobatan Covid-19 di luar rumah sakit atau uji klinis karena risiko masalah irama jantung. “Hidroksiklorokuin dan klorokuin belum terbukti aman dan efektif untuk mengobati atau mencegah Covid-19,” demikian FDA memperingatkan.

Kedua obat itu dapat menyebabkan irama jantung yang tidak normal dan detak jantung yang sangat cepat, kata pernyataan lembaga itu. Hidroksiklorokuin disetujui oleh FDA untuk mengobati atau mencegah malaria serta kondisi autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

Editor : Ahmad Islamy Jamil