Brutalnya Perang Geng Narkoba Meksiko, Mayat Musuh Digantung di Jembatan Layang
MEXICO CITY, iNews.id - Perang antargeng narkoba di Meksiko terkenal dengan kebrutalannya. Baru-baru ini kartel Sinaloa El Chapo menyiksa, membunuh, lalu memutilasi anggota geng pesaing. Bahkan mereka juga menggantung mayat musuh di jembatan layang sebagai peringatan.
Tiga mayat dalam kondisi setengah telanjang ditemukan di jembatan dekat Kota Fresnillo pada 19 Juni lalu. Satu korban pria digantung di kaki, sementara dua lainnya di leher. Hal yang mengejutkan, salah satu korban diketahui anak di bawah umur.
Polisi menyebut, di setiap mayat pelaku meninggalkan pesan, namun enggan menyebutkan apa isinya.
Pihak berwenang Meksiko mencurigai anggota kartel Sinaloa El Chapo sebagai pelakunya. Pasalnya sebelum kejadian itu anggota El Chapo menginterogasi anggota kartel pesaingnya, Generasi Baru Jalisco (JNGC).
Pembunuhan brutal tersebut merupakan bagian dari kampanye berdarah geng Sinoloa El Chapo untuk menguasai rute perdagangan narkoba utama di Negara Bagian Nayarit.
Pada Desember lalu, tujuh mayat ditemukan tergantung di jembatan lain, tepatnya papan selamat datang ke wilayah Zacatecas.
Di setiap jenazah tertulis pesan, "Ini akan terjadi pada semua orang yang menculik, memeras, dan menarik biaya."
Perang antargeng dimulai pada Oktober 2020 setelah pemimpin El Chapo yang baru, Ismael 'El Mayo' Zambada, mengancam membuat rusuh sampai wilayah itu berada dalam genggamannya.
Dia mengancam akan ada kepala yang ditebas, bahkan mengancam pejabat pemerintah setempat.
El Mayo mengambil alih pimpinan kartel setelah El Chapo diekstradisi ke AS dan dihukum penjara tahun lalu.
Perang angatareng narkoba El Chapo dan JNGC menyebabkan hampir 250 orang dibantai dalam sebulan.
Editor: Anton Suhartono