Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penampakan 100 Kendaraan Tabrakan hingga Bertumpukan akibat Cuaca Buruk
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Pembunuhan Tentara Garda Nasional, Trump Tolak Masuk Pendatang dari Negara Dunia Ketiga

Jumat, 28 November 2025 - 13:35:00 WIB
Buntut Pembunuhan Tentara Garda Nasional, Trump Tolak Masuk Pendatang dari Negara Dunia Ketiga
Donald Trump mengumumkan penghentian penerbitan visa untuk negara dunia ketiga (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (28/11/2025), mengumumkan penghentian penerbitan visa untuk penduduk dari negara dunia ketiga. Keputusan itu diambil menyul penembakan dua tentara Garda Nasional AS oleh imigran asal Afghanistan.

"Saya akan menghentikan migrasi dari semua negara dunia ketiga secara permanen agar sistem AS bisa pulih sepenuhnya," kata Trump, dalam posting-an di Truth Social.

Dia kembali mengaitkan praktik kejahatan di AS dengan warisan kebijakan imigrasi pendahulunya, Presiden Joe Biden. Menurut Trump, pelaku penembakan tentara Garda Nasional masuk AS atas peran Biden.

"Menghentikan jutaan permohonan ilegal Biden, mengakhiri seluruh tunjangan dan subsidi federal bagi non-warga AS," tulis Trump.

Trump juga berjanji untuk mendeportasi semua warga asing yang menjadi beban publik, menimbulkan ancaman keamanan, atau tidak bisa beradaptasi dengan peradaban Barat.

Negara dunia ketiga awalnya muncul pada masa Perang Dingin, merujuk pada negara-negara yang tidak memihak blok kapitalis (negara dunia pertama) maupun komunis (dunia kedua). Namun, seiring  berjalannya waktu, istilah ini bergeser menjadi sebutan untuk negara-negara yang secara ekonomi terbelakang, miskin, dan tidak stabil.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut