Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah, Mantan Presiden Rusia Klaim Warga Greenland Ingin Bergabung dengan Negaranya
Advertisement . Scroll to see content

Buntut Serangan Fasilitas Minyak Saudi, Trump Tampar Iran dengan Sanksi Baru

Kamis, 19 September 2019 - 09:02:00 WIB
Buntut Serangan Fasilitas Minyak Saudi, Trump Tampar Iran dengan Sanksi Baru
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

LOS ANGELES, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya memiliki banyak pilihan untuk merespons serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi yang diduga dilakukan Iran. Selain mempertimbangkan serangan militer, sanksi terbaru atas Iran akan diumumkan dalam waktu 48 jam.

"Ada banyak opsi. Ada opsi pamungkas dan ada opsi yang jauh lebih kecil dari itu," kata Trump, saat ditanya kemungkinan serangan AS terhadap Iran, seperti dilaporkan AFP, Kamis (19/9/2019).

Dia menjelaskan, "opsi akhir" yang dia maksud adalah perang.

Trump mengatakan, sanksi spesifik yang dia umumkan sebelumnya akan diumumkan dalam waktu 48 jam ke depan.

Sekutu AS Arab Saudi menyatakan, Iran berada di belakang serangan rudal atau drone yang membakar fasilitas minyak itu akhir pekan lalu.

Trump sendiri sejauh ini menolak desakan dari beberapa anggota partai Republikannya untuk memberi tanggapan yang lebih agresif terhadap Iran.

"Ada banyak waktu untuk melakukan beberapa hal pengecut," katanya.

"Jika kita harus melakukan sesuatu, kita akan melakukannya tanpa ragu-ragu."

Trump juga merujuk pesan yang sering dia sampaikan bahwa dia ingin AS keluar dari konflik di Timur Tengah.

"Bagaimana itu berhasil?" dia bertanya, merujuk pada Irak dan konflik lainnya.

Kendati para pejabat AS mengindikasikan bahwa mereka jelas-jelas meyakini Iran sebagai dalang serangan, namun Trump belum mau mengonfirmasi hal ini dengan 'blak-blakan'.

"Kami benar-benar pada titik sekarang di mana kami tahu banyak tentang apa yang terjadi," katanya, tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Trump sebelumnya yakin akan bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sidang Umum PBB pekan depan di New York.

Krisis terkait serangan fasilitas minyak Saudi tampaknya membuat pertemuan itu tidak mungkin. Pada Rabu, media pemerintah Iran melaporkan Rouhani dan delegasinya mengalami kesulitan mendapatkan visa AS.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menolak berkomentar secara khusus tentang kasus ini. Namun dia menduga Iran ditolak karena apa yang dia sebut berkaitan dengan "terorisme".

Trump berkata, "Jika itu (kedatangan delegasi Iran) terserah saya, saya akan membiarkan mereka datang (ke AS)."

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut