Buru Gerilyawan, Angkatan Udara Negara Ini Malah Bunuh 9 Warga Sipil
ABUJA, iNews.id - Angkatan Udara Nigeria menyatakan adanya kemungkinan telah membunuh dan melukai warga sipil saat upaya mengejar gerilyawan Islam di timur laut, Rabu (15/9/2021). Dalam perburuan tersebut, ada sembilan warga sipil tewas dan 23 lainnya luka.
Badan Manajemen Darurat Negara di Negara Bagian Yobe melaporkan, korban luka berasal dari Desa Buwari. Lima di antaranya anak-anak.
Angkatan udara awalnya menyangkal terlibat dalam insiden tewasnya warga sipil. Namun kemudian mereka menyatakan telah membunuh dan melukai warga sipil secara tidak sengaja.
Komodor Udara Edward Gabkwet mengatakan, sebuah jet tempur telah menanggapi laporan intelijen tentang gerakan mencurigakan yang diduga gerilyawan dari Boko Haram atau ISWAP pada hari Rabu. Angkatan udara lantas melepaskan beberapa tembakan.
Dalam 24 Jam, 189 Gerilyawan Taliban Tewas dan 138 Lainnya Luka
"Sayangnya laporan yang mencapai markas Angkatan Udara Nigeria menuduh bahwa beberapa warga sipil terbunuh secara keliru sementara yang lain terluka," katanya dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan, akibat peristiwa ini, sebuah dewan penyelidikan telah dibentuk untuk menyelidiki secara menyeluruh insiden tersebut.
Tiga warga di daerah pemerintah daerah Yunasari Yobe, di mana Buwari berada, mengatakan, sebuah jet angkatan udara telah terbang di atas desa pada Rabu pagi sebelum terjadi ledakan.
"Kami melihatnya melayang di sekitar desa dan tiba-tiba kami mendengar dua ledakan keras," kata warga Ibrahim Goni kepada Reuters melalui telepon.
Seorang warga lain mengatakan telah kehilangan empat kerabatnya. Warga lain mengatakan ibu dan keponakannya telah meninggal dalam insiden itu.
Badan tanggap darurat mengatakan, paket makanan dan uang tunai telah dibagikan kepada kerabat dan korban selamat di desa. Pihak berwenang telah mencoba meredakan kepanikan di antara penduduk.
Angkatan bersenjata Nigeria memerangi dua kelompok gerilyawan Islam di timur laut. Keduanya yakni Boko Haram dan Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP).
Dalam konflik dengan kedua kelompok geriyawan tersebut sekitar 350.000 orang tewas. Selain itu juga membuat jutaan orang bergantung pada bantuan.
Editor: Umaya Khusniah