Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WHO Berduka atas Banjir Sumatera, Siap Beri Bantuan!
Advertisement . Scroll to see content

Cacar Monyet Mengganas, WHO Gelar Pertemuan Darurat Lagi

Kamis, 07 Juli 2022 - 11:14:00 WIB
 Cacar Monyet Mengganas, WHO Gelar Pertemuan Darurat Lagi
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengumpulkan kembali para ahli untuk membahas situasi wabah cacar monyet. Kasus virus ini terus bertambah dan menyebar di seluruh dunia. Berdasarkan catatan WHO, saat ini cacar monyet telah melampaui 6.000 kasus yang ditemukan di 58 negara.

Badan PBB tersebut akan menggelar pertemuan komite yang akan menentukan apakah wabah tersebut bisa dikategorikan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian global atau tidak. Status darurat kesehatan itu merupakan level tertinggi yang dikeluarkan WHO terhadap suatu wabah penyakit. Saat ini status yang sama diberlakukan terhadap Covid-19 dan Polio.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pertemuan akan digelar mulai 18 Juli, bahkan bisa lebih cepat.

WHO pada 27 Juni lalu juga menggelar pertemuan komite untuk menentukan status cacar monyet. Namun hasil pertemuan saat itu belum merekomendasikan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global. Saat itu kasus cacar monyet yang terkonfirmasi masih 1.600 yang tersebar di 39 negara. Selain itu ada 1.500 suspect dan 72 orang meninggal. Meski demikian kasus terus menyebar dan berkembang di berbagai negara. 

"Saya semakin khawatir dengan skala dan penyebaran virus (cacar monyet) di seluruh dunia," kata Tedros, dikutip dari Reuters, Kamis (7/7/2022).

Mantan Menteri Kesehatan Ethiopia itu juga menyoroti minimnya tes yang memunculkan kemungkinan jumlah kasus sebenarnya dari penyakit ini jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Dari 6.0000 kasus yang sudah dilaporkan, sekitar 80 persen berada di Eropa. Virus ini menyerang banyak pria yang berhubungan sesama jenis alias gay.  Penderita cacar monyet umumnya mengalami gejala mirip flu dan muncul benjolah di kulit.

Sementara itu tingkat kematian akibat cacar monyet tergolong rendah. Di negara-negara endemik yakni Afrika, tingkat kematiannya sekitar 1 persen. Sejauh ini wabah di negara-negara non-endemik lebih sedikit lagi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut