Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Cadangan Emas Rusia Rp4.600 Triliun Dibekukan Barat, Putin: Kami Untung 2 Kali Lipat

Selasa, 12 September 2023 - 16:38:00 WIB
Cadangan Emas Rusia Rp4.600 Triliun Dibekukan Barat, Putin: Kami Untung 2 Kali Lipat
Vladimir Putin menegaskan Rusia tak terpengaruh dengan sanksi negara Barat, termasuk cadangan emas senilai Rp4.600 triliun yang dibekukan (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

VLADIVOSTOK, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan negaranya tak terpengaruh dengan sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat terkait invasi ke Ukraina. Rusia bisa bertahan, bahkan mendapat keuntungan lebih besar daripada sebelumnya.

Dia mencontohkan cadangan emas Rusia senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.607,5 triliun yang dibekukan oleh negara-negara Barat sebagai sanksi.

"Kami dapat untung dua kali lipat," ujarnya, dalam Forum Ekonomi Timur yang digelar di kampus Universitas Federal Timur Jauh, Vladivostok, Selasa (12/9/2023), seperti dikutip dari Sputnik.

Dia menambahkan, penyitaan aset milik Rusia di luar negeri yang diperoleh secara legal merupakan tindakan tidak masuk akal. Menurut dia, tak semua aset itu milik pemerintah, melainkan swasta.

“Penyitaan aset yang diperoleh secara sah (di luar negeri), Anda tahu, itu bukan aset saya, itu milik perusahaan, para pengusaha, adalah hal di luar batas,” kata Putin.

Lebih lanjut Putin menegaskan, perlunya mencapai kesepakatan dengan dunia usaha agar mereka memahami bahwa berbisnis di Rusia lebih bisa diandalkan. Apalagi, rantai pasok segera normal meski masih terjadi perang di Ukraina.

“Saat ini, rantai logistik untuk pasokan barang hampir pulih, semuanya kembali normal. Nah, kita juga melihat ini, antara lain, juga terkait dengan nilai tukar mata uang nasional,” tuturnya, seraya menambahkan, pemerintah dan dunia usaha harus menjadi mitra yang setara.

Pembatasan pembayaran dalam mata uang dolar AS, lanjut dia, juga mendorong semua negara mengarahkan perhatian pada pembayaran menggunakan mata uang lokal. Mereka juga lebih mementingkan menyimpan tabungan di luar AS karena kepercayaan terhadap negara-negara Barat telah rusak.

“Misalnya, pembatasan pembayaran dalam dolar (AS). Ke mana arahnya? Karena semua negara memikirkan untuk menciptakan instrumen sendiri, menciptakan sistem pembayaran baru, memikirkan apakah layak menyimpan uang mereka di Amerika Serikat atau di negara lain di Eropa. Apakah pantas menginvestasikan tabungan mereka pada sekuritas negara-negara ini,” kata Putin.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut