Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Tegaskan Indonesia Berdiri di Atas Kaki Sendiri, Tak Gabung Aliansi Militer
Advertisement . Scroll to see content

Cara Negara-Negara Tangkal Banjir, Malaysia Bikin Smart Tunnel Bisa untuk Mobil dan Saluran Air

Jumat, 14 Oktober 2022 - 18:15:00 WIB
Cara Negara-Negara Tangkal Banjir, Malaysia Bikin Smart Tunnel Bisa untuk Mobil dan Saluran Air
Smart tunnel di Kuala Lumpur solusi atasi banjir sekaligus macet (Foto: Amusingplanet)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Cara beberapa negara dalam mengantisipasi dan menangani banjir menarik untuk diketahui. Banjir melanda banyak negara sejak beberapa tahun terakhir. Negara paling parah yang diterjang banjir tahun ini adalah Pakistan, sekitar sepertiga dari luas negara itu terendam air.

Perubahan iklim disebut menjadi penyebab tingginya curah hujan, di samping badai yang menerjang negara-negara di tepi Pasifik.

Pemerintah beberapa negara melakukan beragam cara untuk menangani banjir, dari mulai tradisional seperti menjaga kelestarian hutan, menanam pohon, hingga modern.

Berikut cara yang dilakukan berbagai negara dalam menangkal banjir:

1. Indonesia

Salah satu wilayah Indonesia yang paling sering dilanda banjir adalah DKI Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta sudah tujuh kali mengalami banjir sepanjang 2021. Demi menangkal banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sumur resapan atau drainase vertikal. 

Melansir laman Smart City Jakarta, ini merupakan sistem resapan buatan yang mampu menampung dan meresapkan air ke dalam tanah. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga membangun dan melakukan rehabilitasi pompa polder. 

Pompa ini berperan mengoptimalkan pengendalian banjir. Sampai 2020, Pemprov DKI memiliki pompa di 178 lokasi ditambah 48 unit pompa stasioner. Pompa tersebut mampu menyedot setidaknya 4.000 sampai 5.000 liter air per detik. 

Di Bandung, Jawa Barat, pemkot mengaktifkan Sungai Cisantren Lama. Hal ini dilakukan guna meminimalisasi banjir di Gedebage. Tak lupa, pemkot juga memperbaiki draniase jalan besar seperti Soekarno-Hatta dan menyediakan beberapa rumah pompa. 

2. Malaysia

Malaysia merupakan negara yang memiliki sejarah panjang bencana banjir. Banjir di Kelantan, misalnya sudah terjadi sejak 1886. Selanjutnya, banjir besar kembali terjadi pada 1926, menjadi bencana terkelam dalam sejarah Malaysia. Setelah itu, banjir kerap terjadi seperti pada 1967, 1971, bahkan 2022. 

Dalam laman Departemen Irigasi dan Drainase, Kementerian Lingkungan Hidup dan Air Malaysia disebutkan ada beberapa faktor penyebab banjir seperti curah hujan sangat tinggi, penyempitan pada jembatan, dan ukuran gorong-gorong yang terlalu kecil. Diindikasikan pula terjadi penumpukan sampah atau puing-puing yang menghambat laju air. Selain itu, sistem drainase di Malaysia juga dinilai kurang memadai. 

Untuk mengatasi banjir, Pemerintah Kuala Lumpur menciptakan smart tunnel. Proyek yang dijalankan Departemen Irigasi dan Drainase serta beberapa pihak lainnya ini mampu mengalihkan volume banjir besar agar tidak membahayakan dan mengurangi ketinggian di permukiman. 
Terowongan tersebut memiliki panjang 9,7 km dan menjadi jaringan drainase banjir terpanjang di Asia Tenggara. Smart tunnel mempunyai dua fungsi, yakni sebagai terowongan kendaraan dan air hujan sehingga disebut sebagai multiguna. 

3. China

China mengandalkan tanggul di tepi sungai guna menangkal banjir. Tak heran China menjadi negara dengan sistem tanggul terpanjang di dunia. Langkah lainnya, China menerapkan proyek restorasi dengan menanam miliaran pohon yang bisa menyerap lebih banyak air di hulu. 
Berdasarkan hasil riset, penanaman pohon di dataran tinggi bisa mengurangi banjir sampai 30 persen. 

Melansir laman The World, para pakar Universitas Arizona mengatakan banjir di China tidak akan hilang. Perubahan iklim sangat berpengaruh di sepanjang Sungai Yangtze. 

Dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah Negeri Tirai Bambu akan menciptakan sponge city atau kota spons yang dapat mencegah banjir dan mengurangi emisi.

4. Jepang 

Jepang termasuk negara yang rawan bencana banjir, salah satunya disebabkan badai. Negara di tepi Pasifik itu dilanda puluhan kali badai dalam setahun.

Para insinyur Jepang pun mengembangkan sistem kanal dan pintu air yang kompleks. Sistem ini dibangun setelah banjir besar pada 1910.

Sosok berjasa di balik teknologi pintu air yang dirancang pada 1924 adalah Akira Aoyama. Dia adalah arsitek yang sebelumnya bekerja di Terusan Panama. Seperti diketahui kapal-kapal yang menyeberang dari Samudera Atlantik ke Samudera Pasifik atau sebaliknya melalui Terusan Panama melalui teknik pintu air yang masing-masing bagian memiliki ketinggian permukaan yang berbeda.

Motor aqua-drive akan secara otomatis menggerakkan pintu air di wilayah Jepang yang rawan banjir.

Kekuatan dari aqua-drive berasal dari tekanan air yang menciptakan kekuatan untuk membuka dan menutup gerbang sesuai kebutuhan. Kelebihan lain dari teknologi ini, motor hidrolik tidak memerlukan listrik untuk bekerja.

5. Belanda

Sebagian besar penduduk Belanda tinggal di daerah yang berada di bawah permukaan laut. Sejak 1950 hingga 1997, Belanda membangun Delta Works, jaringan bendungan, pintu air, kunci, tanggul, dan penghalang gelombang badai.

Proyek Delta Works paling mengesankan adalah Oosterscheldekering, bendungan dengan gerbang yang dapat dipindahkan. Setelah proyek selesai pada 1986, ketinggian pasang surut berkurang dari 3,4 meter menjadi 3,25 meter.

6. Inggris

Para ahli Inggris merancang pengendali banjir bergerak untuk mencegah luapan Sungai Thames. Penghalang terbuat dari baja berlubang yang bisa dibuka (saat kapal melintas) dan ditutup untuk menghentikan aliran air.

Cangkang lapis baja di Sungai Thames berisi balok ayun hidrolik yang bisa memutar lengan gerbang raksasa untuk membuka dan menutup aliran air. 

Konstruksi ini dibangun antara 1974 dan 1984 dan terbukti berhasil mencegah banjir lebih dari 100 kali.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut