Cerita Kekaguman Mahathir Mohamad terhadap Warga Jepang
TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri Mahathir Mohamad yakin Malaysia bisa sukses bila warganya meniru etos kerja atau sistem nilai warga Jepang.
Hal itu disampaikan Mahathir kepada sekitar 250 warganya yang tinggal di Jepang pada Minggu (10/6) malam. Mahathir melakukan lawatan tiga hari ke Negeri Matahari Terbit itu, termasuk menghadiri Konferensi Internasional Ke-24 atau Nikkei Conference bertema 'The Future of Asia'.
Menurut Mahathir, Kebijakan Menatap Timur yang pertama kali dirumuskan saat dia menjabat perdana menteri di era 1980-an, bukan sekadar menarik investasi dari Jepang atau belajar ke negara tersebut.
"Ini tentang memperoleh etos kerja, rasa malu masyarakat Jepang setiap kali mereka gagal untuk memberikan apa yang telah dijanjikan," kata Mahathir, dikutip dari Bernama.
Dia pun menceritakan kisah mengenai apa yang dikagumi dari Jepang saat pertama kali berkunjung ke negara itu pada 1961. Setelah hancur akibat Perang Dunia II, Jepang mampu bangkit mengejar ketertinggalan.
"Saya melihat orang Jepang bekerja dan bekerja sangat keras untuk membangun kembali negara mereka, dan tentu saja hasilnya adalah Jepang dengan cepat menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dari negara yang kalah, negara yang hancur, Jepang dapat membangun kembali sendiri dengan cepat dan efektif," ujar Mahathir.
Menurut dia, Jepang berhasil bangkit kembali karena etika kerja dan sistem nilai. Sebaliknya, jika cara bekerjanya salah, tidak bekerja keras, apalagi tidak bangga dengan pekerjaan, maka akan gagal.
Dia mengatakan, Jepang bangga membuat produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan sukses dengan produk negara lain.
"Tetapi Malaysia tidak memiliki sistem nilai ini, kita tidak merasa malu jika datang dengan produk-produk ceroboh berkualitas buruk. Apakah yang Anda lakukan itu baik atau tidak, itu tidak masalah," katanya.
Editor: Anton Suhartono