Cerita Legiun Asing di Ukraina: di Sini Lebih Mudah Mati daripada di Afghanistan
MOSKOW, iNews.id - Seorang veteran Amerika Serikat (AS) nekat terbang ke Ukraina untuk berperang melawan Rusia. Dia mengaku, pengalaman perangnya di Afghanistan dulu tidak ada apa-apanya dibanding di Ukraina saat ini.
Tyler (30), seorang dokter hewan militer AS ini bergabung dengan Legiun Pertahanan Internasional Ukraina sejak dua pekan lalu. Dulu, saat masih aktif di militer, dia pernah ditugaskan di garis depan perang Afghanistan.
"Apa yang saya alami di Afghanistan tidak seperti ini. Akan jauh lebih mudah untuk mati di sini daripada di Afghanistan. Rusia memiliki beberapa senjata berat," katanya kepada Coffee or Die.
Sebelum nekat terbang ke Ukraina, dia telah mempertimbangkan masak-masak tentang keputusannya. Dia bahkan telah membuat surat wasiat sebelum berangkat.
"Saya di sini bukan untuk main-main. Saya tahu persis apa yang saya hadapi," katanya.
Dia pun ikhlas bila dia harus gugur di medan perang Ukraina. Dia merasa yakin apa yang dia perjuangkan memang hal yang benar.
"Saya tidak akan berada di sini jika saya tidak percaya ini layak untuk diperjuangkan. Untuk menjadi prajurit yang baik, Anda harus rela mengucapkan selamat tinggal,” katanya.
Saat Rusia mulai menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu, banyak warga negara di dunia menjawab panggilan Presiden Ukraina Volodymr Zelensky yang meminta bantuan pejuang asing. Namun sayang, tak sembarang orang dapat dengan mudah ikut berperang di Ukraina.
Salah satu legiun asing asal Inggris, Leon Dawson lolos dan kini ikut berperang di Ukraina. Dia merasa apa yang dilakukan bukan untuk membantu tapi sebuah kewajiban.
"Pahami risikonya - ini bukan tempat yang aman. Jika Anda belum membuat surat wasiat, dan jika Anda tidak mau mempertaruhkan hidup Anda, Anda seharusnya tidak berada di sini," katanya seperti dilansir dari Daily Star.
Editor: Umaya Khusniah