Cerita PM Belanda Tak Bisa Berada di Sisi Ibunya saat Meninggal akibat Kekhawatiran Corona
AMSTERDAM, iNews.id - Perdana Menteri BelandaMark Rutte tak bisa menjenguk ibunya, sejak sakit parah sampai meninggal pada 13 Mei lalu.
Rutte tak bisa datang ke fasilitas tempat sang ibu, Mieke Rutte (96), dirawat yakni di Den Haag, terkait larangan mengunjungi rumah-rumah jompo saat wabah virus corona.
Meski Mieke meninggal pada 13 Mei, kabar kepergiannya baru disampaikan Rutte pada Senin (25/5/2020).
“Selain kesedihan yang luar biasa dan semua kenangan indah, keluarga dan saya bersyukur masih diizinkan untuk bersamanya begitu lama. Kami telah mengucapkan selamat tinggal kepadanya dan berharap bisa melalui rasa kehilangan yang sangat ini dalam kedamaian, segera," ujar Rutte.
Sementara itu kantor perdana menteri menegaskan, Rutte mengutamakan protokol kesehatan meski konsekuensi yang diterima tak bisa menemani ibunya di saat-saat terakhir.
"Perdana menteri telah mematuhi semua arahan,” kata juru bicara kantor perdana menteri, dikutip dari AFP, Selasa (26/5/2020).
Kantor perdana menteri memastikan ibunda Rutte tidak meninggal karena terinfeksi virus korona, meskipun sebelumnya ada kasus di rumah jompo tempat Mieke tinggal.
Otoritas Belanda sudah mengizinkan kunjungan ke beberapa panti jompo mulai Senin dan akan diperluas mulai 15 Juni.
Sejauh ini Belanda mengonfirmasi 45.445 kasus Covid-19, sebanyak 5.830 di antaranya meninggal.
Editor: Anton Suhartono